Bantul

Kunjungan Wisatawan ke Bantul Selama PKTM Turun

×

Kunjungan Wisatawan ke Bantul Selama PKTM Turun

Sebarkan artikel ini
Prakiraan Cuaca di Jogja Kamis 18 Januari 2024 Hujan lebat di Gunungkidul. (dok. koran jogja)
Prakiraan Cuaca di Jogja Kamis 18 Januari 2024 Hujan lebat di Gunungkidul. (dok. koran jogja)

koran jogja

Bantul, Koran Jogja – Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Annihayah membenarkan jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai obyek wisata selama masa pemberlakukan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PKTM) menurun dibandingkan libur awal tahun.

“Sejak diberlakukan mulai 11 Januari, hingga 17 Januari kemarin kita mencatat jumlah kunjungan ke berbagai objek wisata yang dikelola Pemkab Bantul mencapai 16.318 orang saja,” katanya di Bantul, Senin (18/1).

Padahal di periode hari yang sama, pada 4-10 Januari jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung mencapai angka 30.017 orang. Ini artinya pemberlakukan PKTM menurunkan kunjungan hingga 50 persen.

Dari data ini, maka tingkat kunjungan wisata per harian selama PKTM hanya berkisar pada 2.000-an orang saja. Padahal jika dalam kondisi normal, tingkat kunjungan mencapai 5.000-an.

Mengenai kondisi ini, Dispar menurut, Annihayah tidak bisa berbuat banyak dalam hal promosi. Pasalnya selama pemberlakukan PTKM dari 11-25 Januari, semua objek wisata wajib tutup pukul 18.00 WIB.

“Tidak ada pilihan lain, selain menunggu selesainya PPKM. Pantai Parangtritis masih jadi primadona meskipun di PPKM dengan jumlah yang berkunjung mencapai 1.000 orang,” Annihayah.

Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi penurunan ini berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Gambarannya selama PKTM pendapatan mencapai Rp158,42 juta. Sedangkan pada libur tahun baru kemarin menembus Rp291,1 juta,” katanya.

Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis mengatakan meski ada penurunan kunjungan wisatawan di Bantul saat PTKM, namun pihaknya optimistis target PAD senilai Rp24 miliar dari sektor pariwisata di 2021 tercapai.

“Saya melihat vaksinasi tahun ini berdampak pada peningkatan jumlah pengunjung. Sebab warga akan lebih terlindungi ketika mau berwisata usai divaksin,” ucap Wildan.(set)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *