Jelang Bebas, Napi Diberi Pelatihan di Bantul

by 6 days ago

Bantul, Koran Jogja – Kementerian Hukum Dan HAM (Kemenkumham) Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta memberi pelatihan pembuatan keripik pisan dan pertanian dasar ke narapidana yang segera bebas. Di Bantul, pelatihan dipusatkan di Kelompok Wanita Tani Sukamaju, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro.

Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIY I Gusto Ayu Suwardani menjelaskan program ini sudah berjalan setahun terakhir.

“Kegiatan ini memang tidak terlalu terlihat, namun berkontribusi besar. Keterlibatan kelompok masyarakat (Pokmas) memegang peran penting,” katanya saat berkunjung Rabu (14/10).

Bersama Direktur Hukum dan Regulasi Kementerian PPN/Bappenas Prahesti Pandawangi, Ayu melihat proses pelatihan di kediaman Ibu Tasminah.

Adanya keterlibatan Pokmas ini dinilai menjadi pintu masuk bagi mantan narapidana untuk proses asimilasi dan reintergrasi ke masyarakat usai menjalani hukuman.

Di tiga bulan terakhir, Ayu menjelaskan terdapat 30 narapidana yang akan bebas karena menjalani 2/3 masa hukumannya yang ikut program. Pelatihan diberikan secara berkelompok dengan tiap kelompok terdiri 10 orang.

“Sebelumnya 11 napi sudah menyelesaikan pelatihan dan bebas. Saat ini mereka sedang merintis usaha mandiri,” katanya.

Keberhasilan program ini diapresiasi Prahesti Pandawangi yang kedepan didorong menjadi program nasional.

“Kedepan selain narapidana yang akan bebas, pelatihan ini juga bisa diperuntukkan bagi narapidana yang hukuman tidak wajib masuk lapas karena kasusnya kecil,” ujarnya.

Jika sampai ini terjadi, Esti mengatakan kedepan tingkat hunian lapas akan berkurang. Pasalnya saat ini tingkat hunian lapas seluruh Indonesia .

“Saat ini kapasitas lapas se Indonesia hanya 130 ribu, walakin jumlah penghuni mencapai 230 ribu” ucapnya.

Tidak hanya itu, keberlanjutan program ini juga akan menjadi solusi utama masalah perekonomian yang dihadapi mantan narapidana dan tidak melakukan aksi pidana lagi.

Wahyu Prandan, salah satu mantan narapidana yang mendapatkan pelatihan ini mengaku bersyukur karena mendapatkan pengalaman usaha. Saat ini dia menekuni usaha pembuatan keripik pisang dan rutin memasok ke Pasar Beringharjo dalam skala kecil.

Pendamping program pelatihan, Suryanto menjelaskan setiap peserta wajib mengikuti pelatihan teori yang digelar di lapas sebanyak lima kali pertemuan.

“Kemudian untuk praktek, mereka diminta mengikuti tujuh kali pertemuan. Setiap tahapan kita evaluasi untuk melihat hasil dan kesiapan mereka bergaul ke masyarakat,” katanya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *