Larangan Otoped di Malioboro, Pemkot Siapkan Solusi Lokasi

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta meminta para pengelola kendaraan motor listrik atau yang disebut otoped untuk bersabar terkait kebijakan Gubernur melarang melintas Malioboro. Pemkot tengah menyusun lokasi tempat mereka bisa beroperasi.

Sesuai Surat Edaran Gubernur Nomor 551/4671 tentang segala motor penggerak motor listrik dilarang melintas Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan di draft SE Wali Kota yang tengah disusun akan menguatkan peraturan yang tertuang di SE tersebut.

Selain kawasan khusus yang diperuntukan, jumlah otoped yang beroperasi juga dibatasi.

“Di dalam SE nanti kita juga tengah mempertimbangkan lokasi mana yang bisa digunakan untuk kendaraan tersebut. Supaya kalau kita hanya melarang mereka akan mencari di tempat lain makanya akan kita buat mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,” kata Heroe, Jumat (1/4).

Dengan pembatasan wilayah operasi dan jumlahnya, Heroe memastikan pihaknya akan ada yang mengawasi. Pihaknya sedang membuat bagaimana perizinannya agar mereka bisa beroperasi.

Heroe juga memastikan pihaknya memikirkan keberlangsungan nasib para pendorong gerobak yang kehilangan mata pencaharian akibat penataan Malioboro.

Mereka nantinya akan dilibatkan dalam berbagai mata pencaharian yang masih terkait dengan pengembangan pedagang kaki lima.

Gubernur mengeluarkan larangan beroperasinya otopet atau skuter di kawasan Malioboro dalam rangka perwujudan satuan ruang strategis sumbu filosofi diperlukan penataan kawasan, khususnya kawasan pedestrian yang meliputi Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulya.

Penataan kawasan tersebut termasuk dalam pengaturan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik.

Kendaraan tertentu yang dimaksud dalam SE tersebut adalah yang menggunakan penggerak motor listrik meliputi skuter listrik, hoverboard, electric unicycle, dan otoped listrik.

Dijelaskan bahwa aturan ini dibuat untuk mendukung lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar, serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki maka tidak diperkenankan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulya.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan dengan dikeluarkan SE Gubernur tersebut maka pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha sewa skuter dan otoped listrik.

“Mulai hari Senin (depan) kita lakukan operasi pengawasan dan langsung melakukan tindakan terhadap pelanggaran SE kita harapkan pelaku usaha yg melaksanakan operasi kendaraan listrik untuk bisa memakluminya dan memindahkan (skuter dan otoped listrik),” katanya.

Jika ada yang masih ngeyel, maka Satpol PP DIY akan mengamankan skuter atau otoped tersebut dan dilakukan pembinaan. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *