Lewat Nanas Bagong, Tri Berdayakan Masyarakat

by
koran jogja

Bantul, Koran Jogja – Melalui budidaya nanas sejak enam tahun lalu, anggota Polsek Sanden, Bantul, Bripka Tri Asih mencoba memberdayakan masyarakat lewat dunia pertanian. Tanaman nanas yang dikembangkan Tri termasuk langkah, dinamakan ‘Nanas Bagong’ karena besarnya lima kali lipat dari nanas pada umumnya.

Ditemui di rumahnya yang beralamatkan di RT 03 Dusun Piring I, Desa Murtigading, Kecamatan Sanden, Rabu (6/1). Tri yang merupakan bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Murtigading bercerita awal mula membudidayakan Nanas Bagong.

“Berawal dari oleh-oleh yang dibawa Ibu dari Sumatera berupa nanas besar-besar enam tahun lalu. Karena tertarik karena besarnya, yang bisa mencapai 4-7 Kg per buah, saya tanam bunga yang di sisi atas nanas dan tumbuh menjadi bibit,” kata Tri.

Dari satu pohon, saat ini Tri memiliki ratusan tanaman Nanas Bagong yang ditempatkan pada pot di halaman rumahnya. Tri menyatakan dengan waktu buah dari bibit mencapai 10 bulan, dirinya mengaku sudah memanen berapa kali.

Lewat buah panenan yang kebanyakan dikonsumsi inilah, Tri lantas mengembangkannya sebagai bibit.

“Dinamakan bagong karena bentuk buahnya yang besar,” lanjut Tri.

Menurut Tri, perawatan pohon nanas mudah karena ini adalah jenis tanaman yang tahan terhadap cuaca apapun. Dirinya mengaku hanya melakukan penyiraman di pagi dan sore hari saat dirinya sudah bekerja. Sedangkan untuk pupuk, dirinya menggunakan pupuk kandang.

Perawatan juga dilakukan pada saat menjelang panen. Setelah nanas tumbuh besar, ia gunting beberapa daunnya supaya pertumbuhan buah maksimal.

Sukses dengan uji coba budidaya nanas bagong, ibu dari dua anak ini terus memperbanyak tanaman nanas. Selain di rumahnya pembudidayaan nanas bagong juga dikembangkan oleh kakaknya di desa yang sama dengan jumlah ribuan pohon. Buah nanasnya sudah dijual sampai pasar dengan harga Rp10.000 per kilogram.

“Soal rasa tidak jauh berbeda dengan nanas biasa, bedanya dagingnya lebih tebal, lebih banyak kandungan airnya, manis, dan ada sedikit kecutnya, serta tidak gatal di tenggorokan. Cara makannya bisa dikupas atau bisa langsung seperti makan buah semangka,” ungkapnya.

Keberadaan buah nanas raksasa di halaman ternyata menarik warga berdatangan dan tidak sedikit yang berkeinginan memberdayakan tanaman serupa. Permintaan dari warga ini membuat senang ibu beranak dua ini, pasalnya dirinya memang ingin memberdayakan masyarakat lewat tanaman nanas untuk ketahanan pangan.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *