Libur Lebaran, Jogja Diprediksi Padat dan Wisatawan Memblundak

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Kedatangan sebayak 3,9 juta pemudik maupun wisatawan ke Daerah Istimewa Yogyakarta selama libur lebaran. Diprediksi akan menyebabkan banyak ruas jalan yang padat dan membludaknya wisatawan ke obyek wisata.

Hal ini disampaikan Dirlantas Polda DIY Kombes Pol Iwan Saktiadi dalam Forum Diskusi Wartawan Unit DPRD DIY di DPRD DIY, Kamis (21/4).

“Menjadi lima besar daerah yang menjadi tujuan pemudik. Kedatangan 3,9 juta orang ini otomatis menamba jumlah kendaraan. Baik itu kendaraan pribadi, roda dua maupun umum,” katanya.

Meski jumlah itu aka berubah situasional, namun hal yang tak mungkin bisa dihalangi adalah kedatangan 500 ribu sampai sejuta wisatawan ke Yogyakarta.

“Momen lebaran tahun ini akan banyak dimanfaatkan warga yang dua tahun terbelenggu pandemi,” lanjutnya.

Meski tidak bisa menjami DIY tidak padat kendaraan, namun jika melihat libur akhir pekan. Kemungkinan banyak jalan yang nantinya padat.

Iwan mengatakan akan ada enaikan kendaraan bisa mencapai 10 persen. Baik yang akan berwisata, silaturahmi ataupun bekerja.

Menghadapi kondisi ini. Polda DIY telah menyiapka rekayasa lalu lintas guna kelancaran arus lalu lintas. Rekayasa ini nantinya bisa pengalihan arus, penerapan ganjil genap hingga buka tutup arus.

“Semuanya bersifat situasional di lokasi tersebut. Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat DIY untuk bersiap menghadapi kepadatan arus ini,” lanjutnya.

Sebagai dukunga pengamanan operasi Ketupat 2022 selama dua Minggu, Polda DIY mengerahkan 1.932 personil. Jumlah tersebut belum termasuk petugas yang bertugas harian.

Secara keseluruhan di berbagai jalur masuk ke Yogyakarta, Dirlantas Polda telah menyiapkan 18 pos pemantauan dan delapan pos pengamanan di berbagai obyek wisata.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto tetap menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan. Silahkan beraktivitas seperlunya ketika lebaran nanti. Mengingat saat ini pandemi belum berakhir.

“Saya berharap pemerintah daerah tetap menegakan protokol kesehatan dengan salah satunya mendirikan posko kesehatan yang representatif di semua obyek wisata,” katanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *