Pembangunan Infrastruktur Desa, Pemkab Diminta Padat Karya

by 1 week ago

Bantul, Koran Jogja – Anggota Komisi C DPRD Bantul Ronny Wijaya Indra Gunawan meminta pembangunan infrastruktur pedesaan di tahun depan wajib mengoptimalkan program padat karya. Langkah ini sebagai upaya memulihkan perekonomian selama pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Ronny saat melaksanakan reses ketiga tahun ini di Desa Karangtalun, Imogiri, Sabtu (10/10) malam. Pasalnya sampai akhir tahun nanti, berbagai proyek infrastruktur di Bantul tidak berjalan karena nol anggaran.

“Selama pandemi terjadi refocusing seluruh anggaran oleh pemerintah, termasuk anggaran pengadaan infrastruktur. Dari Rp600 miliar, terdapat sisa Rp70 miliar yang direfocusing,” kata Ronny.

Salah satu program yang menurutnya sangat terdampak bagi masyarakat adalah program pengadaan penerangan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Perhubungan Bantul. Selama pandemi program ini berhenti total padahal program ini sudah mulai separuh jalan.

Anggota Fraksi Demokrat Dapil Tiga meliputi Pleret, Dlingo, dan Imogiri juga meminta Pemda membenahi berbagai obyek wisata yang sepi, terutama di Imogiri dan Dlingo. Sebab industri pariwisata saat ini menjadi sektor utama bagi kedua kecamatan.

“Padat karya melibatkan warga sekitar proyek baik, karena itu akan meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu sisi kontrol proyek juga terawasi dengan baik,” lanjutnya.

Reses terakhir tahun ini menurut Ronny untuk menampung aspirasi warga untuk infrastruktur, yang nantinya diwujudkan di 2022.

Kabid. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PPKBPMD) Bantul, Pambudi Arifin mengatakan tahun ini sudah terealisasi usulan dari 140 proposal warga senilai Rp4 miliar.

“Sedangkan untuk tahun depan, kami menerima 2097 proposal dengan total nilai mencapai Rp160 miliar. Bersama anggota dewan kami akan meverifikasi agar bisa mendapatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) desa,” jelasnya.

Mengenai usulan program dari tingkat bawah yang diajukan untuk 2022, Pambudi mengatakan jadwal terakhir pengumpulan proposal ditunggu sampai Maret 2021.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *