Minggu, 5 Juli 2026
Koran Jogja

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting: Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare

Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting: Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare
Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting: Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare

Bantul – Dosen melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Penurunan Stunting melalui Peningkatan Kompetensi Kader, Penggunaan Alat Antropometri, dan Pembuatan E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak di Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo, Tegal Kopen, .

Kegiatan ini merupakan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Tahun Anggaran 2026.

Program pengabdian ini merupakan kolaborasi dosen Unjaya, yaitu Dr. Ida Nursanti, S.Kep., Ns., MPH dari Program Studi S-1 Keperawatan, Ika Fitria Ayuningtyas, S.Si.T., M.Kes. dari Program Studi D-3 Kebidanan, serta Murwani Eko Astuti, S.E., M.B.A. dari Program Studi S-1 Manajemen, bersama mitra Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo.

Dr. Ida Nursanti menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam penggunaan alat antropometri serta pemanfaatan aplikasi digital E-StuntCare untuk pemantauan tumbuh kembang anak.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

1. Baseline dan pemantapan kelembagaan
2. Pelatihan kompetensi kader dalam pencegahan stunting
3. Pelatihan penggunaan alat antropometri standar
4. Implementasi dan pendampingan penggunaan alat antropometri
5. Pengembangan serta pelatihan sistem digital E-StuntCare
6. Integrasi pengukuran antropometri dengan E-StuntCare
7. Edukasi masyarakat dan intervensi balita berisiko
8. Evaluasi, pelaporan, dan rencana keberlanjutan

Pelaksanaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas kader posyandu. Edukasi mengenai stunting, pelatihan pengukuran antropometri sesuai standar, praktik penggunaan alat, hingga pengembangan media digital E-StuntCare terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri kader dalam memantau pertumbuhan serta perkembangan anak.

Peningkatan kompetensi kader diharapkan mampu meningkatkan akurasi deteksi dini masalah gizi, khususnya stunting. Dengan demikian, proses skrining, pencatatan, pelaporan, hingga tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih efektif dan terstruktur.

Kehadiran E-StuntCare Tumbuh Kembang Anak juga menjadi inovasi yang mendukung digitalisasi layanan posyandu. Platform ini menyediakan informasi, dokumentasi hasil pemantauan, serta media edukasi bagi kader maupun orang tua.

Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader yang dipadukan dengan peningkatan kompetensi teknis, penggunaan alat antropometri yang terstandar, serta pemanfaatan teknologi digital merupakan strategi efektif untuk memperkuat layanan posyandu dan mendukung percepatan penurunan stunting di masyarakat.

Keberlanjutan program melalui pendampingan, monitoring, serta kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, pemerintah desa, dan kader posyandu dinilai sangat penting agar manfaat program terus berkembang dan memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kesehatan ibu dan anak.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari antusiasme serta kerja sama yang baik antara dosen, mahasiswa, dan para peserta. Kegiatan yang berlangsung lancar ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kader Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo, .

Tim pengabdi juga menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Unjaya atas dukungan yang telah diberikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Posyandu Balita Anyelir 2 Maguwo yang telah memberikan kesempatan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kader posyandu memiliki kompetensi yang semakin baik dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, menggunakan alat antropometri sesuai standar, serta memanfaatkan aplikasi E-StuntCare sebagai media pencatatan dan pemantauan yang lebih efektif.

Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan percepatan penurunan stunting secara berkelanjutan. Harapannya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan serta tumbuh kembang anak menuju generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. (*)

Leave a Reply