Pemkot Yogyakarta Gencarkan Vaksinasi Ke Pelajar

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyatakan pihaknya bakal mengencarkan vaksinasi kepada kalangan pelajar. Tercatat jumlah pelajar yang berusia antara 12-18 tahun sebanyak 44.999.

Hal ini dinyatakan Heore usia meninjau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di halaman sisi barat Kebun Binatang Gembira Loka, Selasa (13/7) pagi.

“Hari ini antusiasme masyarakat mengikuti vaksin tinggi, termasuk kalangan pelajar. Tercatat 250 pelajar yang ikut serta dalam gelaran pemberian vaksin hari ini,” kata Heroe.

Mendaftar melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS), kouta pendaftaran yang disediakan hingga 500 per hari selalu penuh.

Heroe yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, menyatakan saat ini terdata sebanyak 44.99 pelajar berusia antara 12-18 tahun kemudian yang berusia lebih dari 18 tahun sebanyak 311.811 orang.

Heroe memastikan pihaknya kedepan bakal semakin mengencarkan vaksinasi yang menyasar pelajar. Tidak hanya pada pelajar Kota Yogyakarta saja, pelajar dari luar Yogyakarta yang berdomisili di sini juga diberi kesempatan.

“Mereka akan diakomodir oleh sekolah dan penyuntikan kami fasilitasi di sekolah dengan protokol ketat,” jelasnya.

Di Kota Yogyakarta sendiri, Heroe menerangkan anak-anak yang terpapar Covid=19 tergolong rendah. Dari total sekitar 13.000 orang yang terpapar sejak Maret 2020, 744 orang merupakan anak-anak dengan dari rentang usia 0 hingga 9 tahun. Sedangkan usia 10 hingga 19 tahun yang pernah terpapar Covid-19 mencapai 1.214 orang.

“Dari jumlah 744 orang tersebut, terdapat satu bayi yang meninggal dunia usia 10 bulan karena diimbangi kelainan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menerangkan stok vaksin hingga 12 Juli sekitar 43.000 dosis. Dalam sehari, vaksinasi di 18 puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan mencapai 2.000 dosis.

“Ini belum termasuk vaksinasi massal yang dilakukan secara insidental. Kami pastikan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan vaksin. Jika kondisi menipis, sepuluh hari sebelum habis kita ajukan permintaan ke pemerintah,” katanya.(set)