PLTN Kalbar, BATAN Rekomendasikan Small Modular Reaktor

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Anhar Riza Antariksawan menyatakan pemerintah berencana menerapkan teknologi terbarukan di pembangkit tenaga listrik nuklir (PLTN) jika dipastikan dibangun di Kalimantan Barat. Saat ini studi tapak atau lokasi dilakukan hingga 2024.

““Studi tapak yang dilakukan mulai tahun lalu didasarkan pada rencana penggunaan teknologi terbarukan dalam PLTN. Rencana PLTN menggunakan teknologi small modular reactor (SMR) yang maksimum menghasilkan 350 Megawatt Elektrik (MWE),” kata Anhar, Senin (12/4).

Sebagai upaya menyiapkan lokasi pendirian PLTN, bekerjama dengan berbagai pihak dan akademisi, BATAN mengkaji kelayakan Kalbar. Dari rencananya, studi dijadwalkan selesai pada 2024 sehingga bakal menjadi acuan pemerintah mengambil keputusan.

Anhar menceritakan, studi tapak ini hanya merupakan permulaan. Masih ada berbagai studi lainnya seperti studi energy, studi lingkungan, studi ekonomi dan studi lainnya. Ia memaparkan dalam empat tahun kedepan akan ada puluhan parameter yang dikaji.

“Tigas kita hanya menguji kesiapakan atau kelayakan satu tempat menjadi lokasi PLTN. Sama seperti yang kita lakukan di Bangka dan Jepara. Soal keputusan apakah dan kapan dibangun itu menjadi hak dari pusat,” Anhar.

Studi PLTN ini merupakan satu dari tiga tugas program riset nasional yang ditugaskan ke BATAN oleh pemerintah dalam progress pembangunan jangka menengah nasional fase ke empat dari 2020-2024.

Dua tugas lainnya yaitu pengembangan produk-produk radiologi untuk kesehatan. Tahun lalu BATAN telah mengembangkan lima produk yang dihasilkan dari proses radioisotop dan radio paramedika yang bertujuan membantu diagnosis kesehatan berdasarkan teknologi nuklir.

Kemudian ada pengembangan sistem pemantauan aktivitas radiasi di untuk keselamatan dan keamanan. Sistem ini nantinya bakal melibatkan BMKG untuk memantau kualitas udara di lingkungan apakah ada paparan radiasi atau tidak.

“Pamantauan ini sebagai antisipasi adanya dampak dari pengembangan nuklir oleh negara lain. Kita juga mengembangkan portal yang nantinya dipasang di pelabuhan-pelabuhan untuk mengetahui ada tidaknya material radioaktif yang masuk. Ini akan dikendalikan oleh BAPETEN,” kata Anhar.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *