PPKM Mikro Diabaikan, Relawan Maskeri Ikon Bantul

by

Bantul, Koran Jogja – Seiring meningkatnya kasus keterpaparan Covid-19 khususnya di Bantul dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam dua pekan terakhir ini. Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul memasangi masker dua patung Jathilan yang menjadi ikon Bumi Projotamansari.

“Lewat aksi ini kami ingin menunjukan bahwa pengunaan masker ini penting dalam pencegahan penularan Covid-19. Sekarang ini masyarakat semakin abai dalam penerapan protokol kesehatan,” kata Ketua FPRB Bantul, Waljito seusai aksi Rabu (23/6).

Dengan dimaskerinya dua patung yang terletak di timur lapangan Paseban, Bantul. Relawan menurut Waljito mengajak masyarakat bersama-sama memutus mata rantai dengan tertib menggunakan masker.

“Kami ingin masyarakat sadar masker demi keamanan keluarga dan masyarakat. Nilai edukasi. Ini merupakan symbol,” lanjutnya.

Saat ini masyarakat dinilai semakin abai dalam penerapan prokes dan dalam kondisi masa eforia pasca divaksin. Banyak yang merasa ketika sudah divaksin maka tubuh akan kebal terhadap paparan virus.

Padahal vaksin adalah benteng terakhir dalam pembentukan antbodi. Sedangkan penggunaan masker adalah benteng terakhi dalam pencegahan virus.

“Sudah saatnya pemerintah tegas dalam penegakan. Tidak saatnya membicarakan ekonomi. Bagaiamana ekonomi meningkat jika berbahaya dan meninggal. Kemanusiaan diatas segala-galanya,” tegasnya.

Khusus Bantul, Waljito mengatakan ini adalah daerah yang paling siap jika prihatin jika kebijakan penutupan atau pengetatan total dilaksanakan (lockdown). Masyarakat Bantul gotong royong kuat sehingga relawan yakin tidak aka nada yang mati kelaparan perbelakukan lockdown.

“Resikonya adalah penegakan secara hukum. Pemerintah seharusnya mengabaikan protes dari pedagang saat penutupan obyek wisata di Parangtritis,” katanya.(set)