PTM Kampus Bisa Dimulai Dengan Prokes Ketat

by

Sleman, Koran Jogja – Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi ( Kemendikbud Ristek) Nizam menegaskan sudah saatnya mahasiswa bersiap kembali mengikuti perkuliahan tata muka (PTM) di kampus. Syaratnya aktivitas di kampus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Saatnya kembali ke kampus dengan prokes ketat sehingga kita bisa berdampingan dengan Covid-19 sampai tercapai herd immunity yang mampu menghambat penularan,” kata Nizam di Universitas Gadjah Mada, Selasa (26/10).

Nizam hari ini menjadi pembicara kunci dalam webinar yang bertajuk Inovasi dan strategi perguruan tinggi mewujudkan Kampus yang Sehat dan Produktif di Era Pandemi. Acara ini digelar menyambut Dies Natalis UGM ke-72.

Saat perkuliahan tatap muka diselenggarakan, mahasiswa, dosen dan tenaga pendidik (tendik) harus mampu beradaptasi hidup berdampingan dengan Covid-19. Sebab pandemi bukan menjadi hambatan bagi warga kampus untuk tetap terus belajar, berkreasi dan berinovasi.

“Dimulai dengan membatasi ruangan dengan 50 persen kapasitas. Apabila sudah masuk PPKM level 2 atau 1 bisa meningkatkan kapasitas ruang. Yang paling penting, saling jaga, saling melindungi dan saling bantu, lalu melakukan surveilans untuk menghindari terjadinya kluster baru,” paparnya.

Kampus saat ini masing-masing mempersiapkan prosedur standar operasional untuk memutus mata rantai penularan dan rutin melakukan surveilans. Selain menjaga protokol kesehatan yang ketat, pihak kampus hanya boleh menggunakan separuh dari kapasitas ruangan untuk kuliah tatap muka.

Dalam kesempatan itu, Nizam mengapresiasi hasil karya produk riset dari kampus yang ikut mendukung penanggulangan Covid-19 sejak awal pandemi.
“Produktivitas yang telah dihasilkan sejak masa pandemi ini terus dijaga dan ditingkatkan agar hasilkan karya lebih banyak lagi,” kataya.

Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UGM Bambang Agus Kironoto mengatakan salah satu upaya yang dilakukan UGM dalam penanggulangan Covid-19 selain menghasilkan berbagai karya riset pendukung percepatan program vaksinasi nasional dengan bekerja sama dengan banyak mitra.

“Sampai 25 Oktober ini, ada 125.944 orang yang sudah disuntik vaksin,” jelasnya.

Pembukaan rangkaian Dies ini ditandai dengan Usai membuka rangkaian kegiatan Dies Natatil UGM ke-72, Rektor UGM. Panut Mulyono mengkukuhkan Duta Health Promoting University (HPU) dan Mental Health First Aider dari masing-masing Fakultas.

Penunjukan duta kesehatan diharapkan bisa mendorong perubahan perilaku dan gaya hidup sehat bagi civitas UGM. Sedangkan duta pertolongan pertama kesehatan mental bisa membantu mahasiswa secara psikologis mengalami kesulitan dalam belajar ketika mengikuti pembelajaran di kampus.

“Jika ada hal kurang menyenangkan atau mengalami kesulitan dalam belajar, teman yang diajak berbicara pertama itu para (duta) mahasiswa bisa mencari solusi sehingga mahasiswa tetap mampu menghadapi berbagai persoalan yang dihadapinya,” katanya.(set)