Pusat Pelayanan Terpadu Otak dan Vaskuler Segera Tersedia di RSUP Sardjito

by 2 months ago

Sleman, Koran Jogja – Di tengah pandemi Covid-19, RSUP Dr. Sardjito terus melakukan berbagai langkah pengembangan pelayanan kesehatan, guna mencapai kemajuan menyongsong era digital. Direktur Utama rumah sakit tersebut mengatakan, terdapat empat hal harus disiapkan untuk mewujudkan tujuan itu, yang disebutnya sebagai masa reposisi ke dua.

Dr. Rukmono Siswishanto, M. Kes., Sp.OG (K), Direktur Utama RSUP. Dr. Sardjito, mengingatkan kepada semua jajaran dan direksi serta karyawan dan petugas medis untuk selalu bersyukur, karena di tengah pandemi bisa tetap melanjutkan pengembangan.

Ia mengatakan, bahwa saat ini RSUP Dr. Sardjito tengah memasuki masa yang disebut masa reposisi ke dua, yang sudah dimulai pada 2019, 2020 hingga 2021, yang nantinya akan ditandai dengan diluncurkannya Pusat Pelayanan Terpadu Otak dan Vaskuler.

“Reposisi pertama pada 2015, 2016 dan 2017, kita mengukuhkan posisi kita melayani BPJS dengan baik, dan itu sudah bisa kita capai. Dan, buah itu antara lain saat ini kita bisa melakukan banyak investasi di 2019 hingga nanti 2021 yang kita sebut reposisi ke dua,” kata Rukmono, dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (18/8).

Reposisi ke dua, jelas Rukmono, akan dicapai dengan menumbuh-kembangkan pelayanan non-BPJS, sambil tetap memperkuat value pelayanan BPJS. Hal ini penting, sehingga banyak fasilitas dan sebagainya yang terus disiapkan.

“Kia sedang membangun empat hal untuk menuntaskan reposisi ke dua ini. Pertama, meningkatkan kapasitas SDM, yakni dokter, perawat, pendukung dan sebagainya harus disiapkan sebaik-baiknya untuk menyongsong era digital,” kata Rukmono.

Ke dua, adalah teknologi yang memang mau tidak mau harus ada. Dan, teknologi tersebut harus bersifat smart dan konektif atau terhubung satu sama lain, sehingga menjadi satu komunitas pelayanan.

Ke tiga, infrastrktur, bahwa gedung-gedung yang dibangun harus memiliki konektivitas satu sama lain, untuk membentuk
suatu ekosistem pelayanan di RSUP Dr. Sardito, dan gedung pusat endoskopi menjadi bagian dari ekosistem itu.

“Ada pun ke empat, tidak kalah penting yang disebut pengorganisasian. Jadi ada empat hal, SDM, teknologi, infrastruktur, dan organisasi. Ini yang mudah-mudahan reposisi ke dua pada 2021 akan bisa tercapai sesuai rencana,” katanya.

Rukmono mengatakan, pada 2021 nanti kemungkinan akan ditandai dengan launching pusat pelayanan terpadu ke tiga. Dan, RSUP Dr. Sardjito nantinya memang hanya akan ada tiga pusat pelayanan terpadu. Yaitu, Pusat Pelayanan Terpadu Kanker, Pusat Pelayanan Terpadu Kardiologi, dan yang sedang disiapkan SDM, teknologi, infrastrukur serta organisiasinya adalah Pusat Pelayanan Terpadu Otak dan Vaskuler.

Nantinya, jelas Rukmono, apa yang dulu dilihat sebagai unit stroke harus melakukan metaformosis menjadi pusat pelayanan terpadu otak dan vaskuler.

“Kita berharap, nanti pusat pelayanan terpadu yang kita banggakan bisa terkoneksi dengan layanan-layanan yang lain,” harapnya.

Rukmono juga menjelaskan perihal pelayanan previlage. Bahwa, pada reposisi ke dua ini, juga harus memuaskan pelayanan non-BPJS, yaitu Sardjito Previlage Service, suatu kemudahan-kemudahan untuk mengakses pelayanan dan kualitas pelayanan menjadi meningkat.

“Nanti yang saya sebut sebagai ekosistem itu, kita juga sudah menyiapkan diri untuk mengembangkan pelayanan MCU yang sifatnya mobile. Khusus untuk layanan ambulans yang bisa mendukung. Jadi, kalau nanti di pusat layanan terpadu membutuhkan layanan yang previlage, kemudian membutuhkan ambulans, kita sudah menyiapkan ambulans untuk pelayanan khusus dan mobil jemputan non-ambulans,” kata Rukmono.

Ia menyebut, jika nanti Covid-19 sudah selesai, tamu-tamu dari luar negeri bisa dijemput. Pihaknya sudah memiliki armada yang representatif.

Sementara itu di bidang pengorganisasian, pihaknya mengaku juga sedang melakukan perubahan SOTK sesuai peraturan di Kemenkes. Sehingga ia berharap, agar semua jajaran memfokuskan diri untuk memiliki kualitas.

“Penghasilan kita itu akan di-create dari laba-laba yang ada di organisasi itu, sehingga kita juga harus fokus ke sana. Khusus keberadaan FK-KMK UGM, kita bergandengan erat dengan AHS, sehingga kita sudah mengupayakan tidak ada pembedaan antara pegawai dari FK-KMK UGM atau dari RSUP Dr. Sardjito atau Kemitraan, tidak ada pembedaaan,” tegasnya.

Pihaknya juga mengatakan telah memfasilitasi para senior yang sudah memasuki masa purna, untuk bisa mengabdikan diri di RSUP Dr. Sardjito, dengan hak-hak yang sudah diatur, dan itu dirancang dengan memperhatikan rasa keadilan kepada setiap petugasnya.

Rukmono berharap, bahwa rasa kebersamaan bisa terus tumbuh dan tidak terkotak-kotak.

“Tujuan RSUP Dr. Sardjito ke depan adalah menjadi rumah sakit yang terpadu. Fasilitas tidak akan terlalu besar, tidak akan menambah tempat tidur, namun akan mempercepat proses pelayanan. Itulah pentingnya kita melakukan pengembangan pelayanan indocospik. Kuncinya, bahwa kita harus bisa berkolaborasi. Tanpa kolaborasi, tidak akrab satu sama lain, kita tidak bisa tumbuh, Jadi, mohon nanti agar tercipta pelayanan kolaboratif, terpadu, lintas disiplin, bisa diwujudkan,“ pungkasnya.(rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *