Rony DPRD Bantul Dorong Keberlangsungan Wisata Berbasis Pertanian

by

Bantul, Koran Jogja – Seiring pulihnya perekonomian usai hantaman pandemi Covid-19, anggota Komisi C DPRD Bantul Rony Wijaya Indra Gunawan mendorong pemerintah daerah terus menghadirkan obyek wisata berbasis pertanian.

Ini disampaikan Roni saat mengelar jaring anspirasi di masa reses kedua yang diadakan di balai Desa Kebonagung, Kecamatan Imogiri, Jumat malam (20/5).

“Pulihnya ekonomi menghadirkan optimisme pengelola desa wisata untuk pulih kembali seperti sebelum pandemi. Ini juga yang terjadi di Desa Kebonagung,” papar Roni.

Sebagai desa yang fokus pada dunia pertanian, Roni melihat kawasan desa Kebonagung bisa dioptimalkan sebagai desa wisata.

Tidak hanya sebagai kawasan penghasil pangan di Bantul, keberadaan obyek wisata berbasis pertanian dianggap mampu meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kami mengapresiasi atas apa yang dilakukan warga untuk meningkatkan penghasilan. Selama ini warga swadaya untuk penyediaan sarana prasana agar menarik wisatawan,” lanjut politisi Demokrat yang maju lewat Dapil III (Pleret, Imogiri, dan Dlingo).

Karena itulah, melalui jaring anspirasi ini. Roni berjanji akan terus mendorong alokasi pengunaan anggaran baik dari APBD maupun DPRD untuk difokuskan pada pengembangan wisata berbasis pertanian di Desa Kebonagung.

Tak hanya infrastruktur saja, pengalokasian anggaran untuk pelatihan, terutama sektor kuliner akan memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Khususnya pada inovasi hasil tanaman pangan untuk mendukung desa wisata.

Terlebih lagi di desa ini juga terdapat museum tani yang apabila dikembangkan lebih optimal bisa menjadi andalan Bantul maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepala Desa Kebonagung Mariyem mengakui di wilayahnya banyak daerah pertanian yang bisa dikembangkan sebagai obyek wisata unggulan. Namun saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi pada pengembangan obyek wisata Bendung Tegal.

“Melalui Pak Roni, kami mengusulkan adanya pembangunan pendopo atau joglo di Bendung Tegal yang nantinya bisa difungsikan sebagai pertunjukan seni maupun pertemuan masyarakat,” kata Mariyem. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *