Setelah 15 Tahun, BNPB Bakal Bangun Museum Gempa

by

Bantul, Koran Jogja – Lima belas tahun setelah gempa hebat menghantam Kabupaten, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana membangun wahana wisata edukasi. Lokasi prasasti Tugu Prasasti Episentrum di Kecamatan Pajangan menjadi wilayah yang dipilih.

“Kehadiran wahana wisata ini sebagai upaya pemerintah untuk mengedukasi warga soal bahaya gempa dan meningkatkan perekonomian warga,” katanya Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan, Kamis (27/5).

Pernyataan ini disampaikan Lilik usai menghadiri peringatan 15 tahun refleksi gempa Bantul di Tugu Prasasti Episentrum Gempa Bumi Dusun Potrobayan, Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul.

.BNPB menurut Lilik kehadiran wisata edukasi ini penting pasalnya banyak kawula muda yang yang masih kurang tentang mara bahaya dari gempa bumi. Keberadaan wahana edukasi ini nantinya mampu menjadikan generasi muda lebih tanggap.

Saat ini sudah disiapkan 3 tim dalam rangka membangun wahana. Tim pertama bakal fokus pada pada pembangunan wahana edukasi, tim kedua fokus pada pengumpulan artefak, sisa dan informasi gempa bumi 2006.

“Tim ketiga akan fokus kami akan berkonsentrasi pada pemberdayaan dan pelibatan warga sekitar lokasi. Nantinya wahana edukasi itu akan berisi beberapa fasilitas untuk rekreasi,” katanya.

Saat ini dalam desain yang sedang disusun, wahana edukasi ini akan memiliki pendopo, mini teater hingga amphitheatre. Soal waktu pembangunan, Lilik menyatakan hal itu akan dikerjakan sesegera mungkin.

Ketua Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Jatmiko Setiawan. mengatakan lokasi prasasti episentrum dipilih karena tepat pertemuan Sungai Oyo dan Sungai Opak merupakan titik episentrum dan jalur gempa disebabkan tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.(set)