Soal New Normal, Asosiasi Pesantren Indonesia Desak Pemerintah Kaji Ulang

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2020 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) atau Asosiasi Pesantren Indonesia menyatakan penerapan status new normal di pesantren sangat berisiko memunculkan klaster baru kasus Covid-19. Sebab sampai saat ini wabah Corona masih belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Ketua RMI-PBNU, H. Abdul Ghofarozzin mengatakan jumlah dan pertumbuhan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 masih tinggi dan mengkhawatirkan. Bahkan persebarannya juga makin meluas.

“Keadaan demikian seharusnya membuat pemerintah tetap waspada dan memastikan aturan seperti PSBB dapat berjalan secara efektif. Namun, justru yang dirasakan adalah pelonggaran terhadap PSBB dan pemerintah akan segera melaksanakan New Normal (Kelaziman Baru),” katanya, dalam keterangan tertulisnya Sabtu, 30 Mei 2020,

Ketika status new normal diterapkan, maka sangat berisiko bagi makin luas dan besarnya persebaran Covid-19. Termasuk dalam lembaga pendidikan. “Pemerintah selama ini juga belum memiliki perhatian dan kebijakan khusus untuk menangani Covid-19 terhadap pesantren. Namun, tiba-tiba pemerintah mendorong agak terlaksana new normal dalam kehidupan pesantren,” ujarnya.

Abdul Ghofarozzin mengatakan hal demikian tentu saja mengkhawatirkan. Alih-alih untuk menyelamatkan pesantren dari Covid-19, pesantren yang berbasis komunitas dan cenderung komunal justru dapat menjadi klaster baru pandemi Covid-19.

Abdul Ghofarozzin berkata pelaksanaan new normal di pesantren tidak dapat dilakukan jika tidak ada dukungan pemerintah. Dukungan tersebut di antaranya berupa kebijakan pemerintah yang kongkrit dan berpihak sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam menjaga pesantren dari risiko penyebaran virus covid 19.

“Selain itu dukungan berupa fasilitas kesehatan untuk pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti rapid test, hand sanitizer, akses pengobatan dan tenaga ahli kesehatan,” katanya.

Kemudian juga dukungan sarana dan fasilitas pendidikan meliputi fasilitas pembelajaran online bagi santri yang belum bisa kembali kepesantren dan biaya pendidikan (Syahriyah/SPP dan Kitab) bagi santri yang terdampak secara ekonomi. RMI-PBNU juga menghimbau agar setiap keputusan yang diambil terkait dengan nasib pesantren harus melibatkan kalangan pesantren.

“Apabila tidak ada kebijakan nyata untuk 3 hal itu maka RMI-PBNU menyarankan pesantren memperpanjang masa belajar di rumah,” ucapnya.(roy/rid)

Berita Terkait

Prediksi Cuaca di Jogja Minggu 14 April 2024 Hujan Lebat di Sleman
Juru Parkir Liar di Yogyakarta Ditertibkan Menjelang Libur Lebaran 2024
Muhammadiyah Idul Fitri Tanggal 10 April 2024, Haedar Nashir Harap Warga Tak perlu Bingung
Prakiraan Cuaca Potensi Hujan di Jogja, Selasa 26 Maret 2024
Cuaca di Jogja Mayoritas Cerah Berawan, Kamis 21 Maret 2024
Prakiraan Cuaca di Jogja 17, 18, 19 Maret 2024 Ada Potensi Hujan Lebat
Prediksi Cuaca BMKG: Hujan di Yogyakarta, Rabu 6 Maret 2024
Audisi Miss Indonesia Yogyakarta Sukses! Disambut Antusias Tinggi Peserta

Berita Terkait

Sabtu, 13 April 2024 - 19:36 WIB

Prediksi Cuaca di Jogja Minggu 14 April 2024 Hujan Lebat di Sleman

Senin, 8 April 2024 - 21:14 WIB

Juru Parkir Liar di Yogyakarta Ditertibkan Menjelang Libur Lebaran 2024

Sabtu, 6 April 2024 - 22:29 WIB

Muhammadiyah Idul Fitri Tanggal 10 April 2024, Haedar Nashir Harap Warga Tak perlu Bingung

Senin, 25 Maret 2024 - 23:00 WIB

Prakiraan Cuaca Potensi Hujan di Jogja, Selasa 26 Maret 2024

Rabu, 20 Maret 2024 - 21:31 WIB

Cuaca di Jogja Mayoritas Cerah Berawan, Kamis 21 Maret 2024

Sabtu, 16 Maret 2024 - 21:25 WIB

Prakiraan Cuaca di Jogja 17, 18, 19 Maret 2024 Ada Potensi Hujan Lebat

Selasa, 5 Maret 2024 - 22:49 WIB

Prediksi Cuaca BMKG: Hujan di Yogyakarta, Rabu 6 Maret 2024

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:32 WIB

Audisi Miss Indonesia Yogyakarta Sukses! Disambut Antusias Tinggi Peserta

Berita Terbaru

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024. (Instagram @damriindonesia)

Cek Jadwal dan Harga

Tarif Damri Jakarta Surabaya dan Malang Promo, 12 sampai 21 April 2024

Minggu, 14 Apr 2024 - 14:35 WIB

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android. (pixabay)

Sains Tek

Cara Mengubah Aplikasi Default Ponsel Android

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:53 WIB

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan. (pixabay)

Kuliner

Cara Memasak Brokoli Agar Mendapat Manfaat Kesehatan

Minggu, 14 Apr 2024 - 12:05 WIB

Ilustrasi. SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta. (dok, Koran Jogja)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Sleman April 2024 Loby SCH dan Satpas Polresta

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:31 WIB

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan. (Instagram @satlantas_polreskulonprogo)

Cek Jadwal dan Harga

SIM Keliling Bantul April 2024 Setelah Lebaran dan Lokasi Layanan

Sabtu, 13 Apr 2024 - 20:05 WIB