Gunungkidul- Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI) resmi dibentuk di Gunungkidul. Awalnya memulai langkah untuk mewujudkan “Perempuan Nelayan sebagai Agen Perubahan” di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Gesing,
“Pengukuhan pengurus GISLI Gunungkidul sebagai upaya memperkuat jaringan yang ada di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum GISLI, Irjen Purnawirawan Polisi Mudji Waluyo di PPP Gesing, Selasa (21/4/2026).
Data DKP Gunungkidul mencatat lebih dari 2.267 nelayan aktif dengan total nilai hasil tangkapan mencapai Rp81,53 miliar pada tahun 2024. Di sisi lain, karakteristik perairanselatan yang menghadap langsung Samudera Hindia menjadikan wilayah ini rentan terhadap bahaya pelayaran.
Mudji mengatakan, GISLI membantu Pemerintah dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Pembentukan GISLI Cabang Gunungkidul diharapkan menciptakan fondasi yang kuat bagi peningkatan keselamatan nelayan secara berkelanjutan.
Program GISLI Perempuan Nelayan Agen Perubahan mendorong dua harapan konkret, yakni: peran aktif perempuan nelayan di POKMASWAS sebagai agen keselamatan maritim di tingkat lokal, serta operasionalisasi koperasi istri nelayan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan.
“GISLI tidak hanya fokus pada hasil tangkapan, tapi juga menyasar ke pengolahan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” kata dia.
“Contohnya tuna, tidak dijual dalam bentuk ikan. Tapi, bisa diolah menjadi abon dan lainnya sehingga memiliki nilai jual yang lebih,” kata Mudji.
Pelantikan kepengurusan GISLI Gunung Kidul, sosialisasi keselamatan maritim berdasarkan standar STCW, serta penyampaian materi P4GN bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) adalah langkah awal membudayakan keselamatan. Dilanjutkan dengan penyerahan peralatan keselamatan oleh PT Worcas Nusantara Abadi dan pelatihan pengolahan hasil tangkap khas Gesing bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Staf Ahli Bupati Gunungkidul Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wibawanti Wulandari mengatakan, pihaknya menyambut baik pembentukan GISLI, harapannya bisa menyejahterakan nelayan.
“Kami senang karena GISLI tidak hanya fokus untuk keselamatan,” kata dia. (*)
