Gunungkidul, Koran Jogja – PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat dengan merampungkan pembangunan Bak Reservoir Gerotan di Kalurahan Hargosari, Kapanewon Tanjungsari.
Infrastruktur tersebut mulai dioperasikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menjaga kontinuitas distribusi air bersih selama musim kemarau.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Sulistyo Aribowo, mengatakan pembangunan Reservoir Gerotan merupakan salah satu langkah strategis perusahaan dalam menjawab tantangan pelayanan air bersih di kawasan yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan ketika musim kemarau.
“Pembangunan Reservoir Gerotan merupakan bentuk komitmen PDAM Tirta Handayani untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih yang lebih baik, terutama pada saat musim kemarau ketika kebutuhan air meningkat,” ujar Sulistyo Aribowo.
Sebelumnya, pelanggan di wilayah Padukuhan Mendang, Kalurahan Ngestirejo, serta Padukuhan Keruk, Kalurahan Banjarejo, masih mengandalkan suplai air dari Sistem Baron dengan pola distribusi bergilir, bahkan di beberapa lokasi air hanya mengalir sekitar satu kali dalam sepekan.
Setelah pasokan dialihkan melalui Reservoir Gerotan, frekuensi distribusi meningkat menjadi tiga hingga empat kali dalam seminggu, bahkan sejumlah pelanggan telah menikmati aliran air selama 24 jam.
Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh Dewi (40), warga Padukuhan Keruk 3. Ia mengaku selama bertahun-tahun kesulitan memperoleh air bersih karena rumahnya berada di ujung jaringan distribusi dengan akses jalan yang sulit dilalui truk tangki.
“Kalau musim kemarau dulu sering kesulitan air. Rumah saya paling ujung dan mobil tangki juga sulit masuk. Sekarang sebelum air di penampungan habis, aliran sudah datang lagi sehingga kebutuhan sehari-hari jauh lebih tercukupi,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Gentar, warga Padukuhan Keruk 3. Menurutnya, keberadaan layanan PDAM telah membawa perubahan besar bagi masyarakat.
Sebelum menikmati layanan perpipaan, sebagian warga harus mengambil air dari telaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu kami pernah mengambil air dari telaga ketika kemarau. Sekarang dengan adanya air PDAM, masyarakat jauh lebih mudah mendapatkan air bersih,” katanya.
Manfaat pembangunan Reservoir Gerotan juga dirasakan Rubiyo dan Wasdi, warga Padukuhan Mendang 2.
Sebelumnya mereka harus membeli air bersih menggunakan truk tangki dengan biaya sekitar Rp140.000 untuk setiap 5.000 liter, sementara saat musim penghujan hanya mengandalkan air tadah hujan.
Kini air PDAM dapat mengalir sekitar empat kali dalam seminggu. Menurut mereka, pasokan tersebut sudah mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menyediakan air minum bagi ternak.
Bak Reservoir Gerotan memiliki kapasitas tampung 70 meter kubik dan dilengkapi pompa berkekuatan 37 kW yang berfungsi meningkatkan tekanan serta kontinuitas aliran dari Reservoir Wilayu menuju wilayah pelayanan Kapanewon Tepus, Kalurahan Ngestirejo, Kalurahan Banjarejo, Kalurahan Hargosari, dan kawasan sekitarnya.
Dengan kapasitas tersebut, reservoir ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 1.000 pelanggan di wilayah utara Kapanewon Tanjungsari, sekaligus mendukung pengembangan pelayanan di Kalurahan Hargosari, Menthel, Cabean, dan wilayah sekitarnya agar distribusi air bersih menjadi lebih merata.
Sulistyo Aribowo menambahkan, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas distribusi, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memperoleh air bersih selama musim kemarau.
“Kami berharap keberadaan Reservoir Gerotan dapat meningkatkan keandalan pelayanan, mengurangi frekuensi distribusi bergilir, serta menjadi fondasi bagi pengembangan layanan di wilayah utara Kapanewon Tanjungsari. Meski demikian, saat ini sistem masih dalam tahap evaluasi agar seluruh jaringan dapat bekerja secara optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
