Koran Jogja – Pemilihan AC atau pendingin ruangan yang tepat saat membeli, bisa memaksimalkan penggunaan, sekaligus tetap hemat.
Banyak faktor yang bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih AC, sebelum membelinya. Di antaranya berupa luas ruangan.
Kemudian kapasitas pendinginan, jenis, konsumsi energi, serta peringkat efisiensinya. Anda juga perlu tahu, tidak ada satu faktor yang menjadi penentu.
Disadur dari time of India, pendingin rungan yang efisien harus memberiokan penginan yang terus menerus dan tanpa membebani kompresor.
AC harus mampu menyesiakan lingkungan ruangan yang ada, tanpa berlebihan atau kurang memenuhi kebutuhan.
Departemen Energi AS merekomendasikan untuk memilih AC yang hemat energi, memiliki sertifikasi dan peringkat efisiensi.
Pastikan ada label ENERGY STAR®. Label ini menunjukkan unit pendingin ruangan itu sudah memenuhi strander efisien energi yang diakui.
AC dengan label tgersebut, sudah dirancang memakai daya lebih sedikit, sekaligus mempertahankan pendinginan yang lebih efektif.
Anda juga bisa mempertimbangkan Rasio Efisiensi Energi (EER). Angka EER yang lebih tinggi, artinya, lebih baik.
Unit yang terlalu kecil atau besar bisa membuat Anda tidak nyaman dan kurang efisien. Secara umum, 20 BTU per kaki persegi sudah cukup.
Perhatikan pula kebutuhan listrik sesuai dengan spesifikasi AC yang akan dibeli. Mudel yang lebij kecil, masih bisa beroperasi dengan memanfaatkamn soket listrikl standar.
Namun untuk angka yang lebih besar, kemungkinan butuh pemutus sirkuit khusus. Karena konsumsi dayanya lebih tinggi.
Pendingin ruangan pada masa sekarang, juga sudah dilengkapi dengan sejumlah teknologi canggih untuk mendinginkan.
Mulai dari kontrol pintar yang memungkinkan seseorang mengatur suhu melalui aplikasi handphone atau dari jarak jauh.
Kemudian juga ada beberapa model yang memakai teknologi pengenalan udara. Lalu, ada fitur pembersih udara untuk menyaring partikel debu, serbuk sari, dan kontaminasi udara lain.
Sejumlah fitur tersebut, untuk menambah kenyamanan pengguna. Jadi, pertimbangkan berbagai fitus itu, dengan menyesuaikan kondisi geografis dan operasional. (*)
Baca juga:
