Tuntut Didatangi Gubernur, Warga Banyakan Tetap Tutup Akses TPST

by

Bantul, Koran Jogja – Warga Dusun Banyakan memutuskan tetap melakukan penutupan akses masuk tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan sampai Gubernur Sultan Hamengku Buwono X datang menemui mereka.

“Kemarin ada tawaran untuk bertemu dan bermediasi dengan Sekretaris Daerah namun kami menolaknya. Kami ingin suara kami didengar langsung Gubernur dan segera diambil kebijakan terkait tuntutan kami,” kata ,” kata Koordinator Banyakan Menolak Banyakan Melawan Herwin Arfianto, Senin (9/5).

Pada Sabtu (7/5) pagi warga Dusun Banyakan, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan sepihak menutup akses masuk ke TPST Piyungan. Aksi penutupan dilakukan dengan mendirikan posko dan melakukan penjagaan 24 jam penuh.

Akibatnya, beberapa truk sampah yang berkeinginan masuk dan membuang sampah harus berputar balik.

Di berbagai tempat pembuangan sementara (TPS) di berbagai sudut Kota Yogyakarta, Bantul dan Sleman sudah terlihat penumpukan sampah.

Aksi penutupan dilakukan warga karena menolak perluasan lahan dan meminta TPST ditutup permanen karena warga terdampak limbah selama 28 tahun lebih tanpa mendapatkan kompensasi apapun.

“Kami tetap meminta Gubernur datang. Penutupan tetap dilakukan sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” ujar Herwin.

Sekretaris Daerah Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji lewat media memohon pada warga agar sukarela membuka portal. Penutupan ini berdampak pada semakin menumpuknya sampah.

“Keluhan warga tentang limbah air lindi, talud penahan sampah dan perbaikan akses jalan masuk. Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan siap melakukan perbaikan karena sudah dianggarkan tahun ini,” jelasnya.

Tapi untuk penutupan permanen TPST Piyungan, Aji menegaskan hal ini sulit dipenuhi. Alasan utamanya tidaknya adanya lokasi yang sebagai gantinya.

Yang sekarang ini dilakukan adalah melakukan pemadatan sampah untuk bisa memperpanjang umur pakai TPST Piyungan.

“Ini dilakukan sampai adanya sistem pengelolaan sampah yang dikerjakan oleh pihak ketiga lewat kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Saat ini beberapa penawaran sudah masuk di Jakarta dan ditargetkan beroperasi 2024,” jelasnya.

Selain di hilir, Aji mengakui kesadaran masyarakat DIY dalam penanganan sampah masih sangat rendah. Jangankan melakukan pemilahan, membuang sampah tidak pada tempatnya masih banyak dilakukan.

Kepala Dinas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ari Budi Nugroho mengatakan telah menghentikan pelayanan pengangkutan sampah di semua tempat pembuangan sampah (TPS).

Dalam hitungan pihaknya, rata-rata sampah yang dibuang dari Bantul mencapai 180 ton setiap harinya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *