16 Tahun Vakum, Warga Cangkring Kembali Gelar Wiwitan

by

Bantul, Koran Jogja – Tidak terlaksana lagi pasca gempa bumi 2006. Warga Dusun Cangkring, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro kembali mengelar tradisi wiwitan, Jumat (25/6) sore.

Kepala Dusun Cangkring Tumija mengatakan tradisi wiwitan digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil panen padi yang lebih baik dari tahun lalu.

“Panen kali ini patut disyukuri karena seluruh bulir padi terisi. Tidak seperti tahun lalu, banyak bulir padi yang hampa alias ‘beluk’,” katanya.

Ungkapan syukur ini juga dihaturkan kepada Tuhan karena tanaman padi tahun ini terselamatkan dari serangan hama tikus

Sebab di awal tahun sampai pertengahan Maret ini, hama tikus kata Tumija menyerang tanaman dan memunculkan kekuatiran gagal panen.

“Pada 18 Maret kemarin, sebanyak 103 petani mengadakan doa bersama di malam hari agar hama tikus pergi. Doa ini terkabul dan padi terselamatkan,” lanjutnya.

Sebelum dimulainya acara wiwitan, atau memetik bulir padi pertama sebagai pertanda panen besar. Warga Dusun Cangkring menyiapkan gunungan yang terbuat dari sayuran dan buah-buahan.

Selain gunungan, acara yang berlangsung hingga menjelang petang ini semakin semarak dengan pakaian yang dikenakan warga.

Para lelaki menggunakan sorjan lengkap dengan blankon dan kain batik. Sedangkan perempuan mengenakan kebaya dan caping mengendong sayuran dalam bakul.

Tumija sangat bersyukur tradisi wiwitan yang hampir 16 tahun tidak terselenggaranya. Tahun ini bisa dilaksanakan oleh seluruh warga.

Usai berjalan kaki mengarak gunungan, warga menikemudian berkumpul untuk makan bersama.

“Tidak hanya wujud ungkapan syukur saja. Namun ini salah satu upaya warga memelihara budaya,” tutupnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *