Selasa, 27 Januari 2026
Koran Jogja

​Alasan Air Botol Minum Tertinggal di Mobil saat Musim Kemarau Berbahaya

​Cara Menyetel Stir dan Jok Mobil. (pexels)
​Cara Menyetel Stir dan Jok Mobil. (pexels)

Koran Jogja – Mengapa minum yang tertinggal di dalam mobil saat musim kemarau bisa berbahaya? Berikut ini penjelasan ilmiahnya.

Mungkin ada yang berpikir meninggalkan botol minum di dalam mobil saat musim kemarau bukan masalah besar. Toh itu hanya air.

Tetapi ketika botol minum itu ada di tempat yang suhunya panas terutama saat musim kemarau, keadaan akan berubah.

Suhu yang mengalami peningkatan bisa menjadi penyebab bahan kimia dari plastik larut ke dalam air. Terlebih jika botol minum itu tidak bebas BPA.

Kualitas dan rasa air pun akan berubah dan mungkin tidak seaman yang diperkirakan. Dalam penelitian yang dipublikasikan ResearchGate pun mengungkapkan.

Pada penelitian itu menyebut botol minum plastic yang ada di suhu musim kemarau bisa menyebabkan bahan kimia seperti BPA dan ftalat larut ke dalam air.

Bahan kimia yang bermigrasi ini pun meningkat di atas 50 derajat Celcius, terutama karena paparan sinar matahari, oven, dan gelombang mikro.

Kondisi tersebut bisa menyebabkan sejumlah hal. Mulai dari perubahan pH, peningkatan kader fluoride dan klorida, serta risiko kesehatan. Mulai dari gangguan hormonol hingga penyakit kronis.

Air dalam botol minum yang terpapar panas berkepanjangan juga bisa memicu pertumbuhan bakteri.

Panas dan plastik tidak dapat bercampur

Pada musim kemarau, mobil bisa menjadi sangat panas di dalamnya. Bahkan meski hanya bepergian sebentar.

Jika botol air plastik ditaruh di tempat dengan suhu panas, maka akan terpengaruh. Panas bisa menjadi penyebab plastik melepas bahan kimia berbahaya ke dalam air.

Bahan kimia yang dilepaskan tersebut memang tidak mengubah tampilan maupun rasa air. Tetapi membuat minuman Anda tidak aman.

Risiko dari air hangat dalam botol plastik yang terpapar sinar matahari

Jika air di dalam botol plastik dibiarkan di tempat dengan suhu tinggi telalu lama, maka bisa menjadi penyebab bakteri tumbuh. Terutama jika botolnya sudah sempat dibuka.

Ruangan dengan suhu hangat dan tertutup adalah tempat ideal untuk kuman-kuman kecil berkembang.

Sejumlah kuman itu bisa menyebabkan air tidak aman dikonsumsi, meski tampilannya terlihat baik-baik saja.

Maka dari itu pikirkan dua kali sebelum minum air dari botol yang sudah dijemur di bawah sinar matahari. Lebih baik, minum dari botol yang baru dan dingin.

Bagaimana solusinya?

Dilansir dari times of India, Anda bisa mengunakan botol yang terbuat dari baja tahan karat atau kaca, sehingga bisa menahan panas lebih baik dan tidak menimbulkan bahan kimia berbahaya.

Jika memang harus meninggalkan botol minum di dalam mobil, taruh di tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung atau simpan di dalam tas. (*)

Baca artikel lainnya:

Leave a Reply