Cara Mudah Belajar Bahasa Jawa

by

Yogyakarta, Koran Jogja – Belajar Bahasa Jawa saat ini dirasakan sangat sulit. Apalagi bagi generasi milenial yang kurang tertarik dengan budaya Jawa. Khususnya, huruf Jawa atau huruf Hanacaraka.

Namun, hal tersebut ditepis oleh Suhadi, penggiat seni dan warga Kelurahan Kricak Kota Yogyakarta. Dirinya telah memudahkan cara belajar menulis Jawa atau huruf Hanacaraka dengan lebih gampang dan simpel.

Metode pengajarannya mengadopsi metode belajar huruf hijaiyah, yaitu membagi pelajarannya berdasar tingkat kesulitan atau membagi dalam 5 jilid sesuai target penguasaan materinya.

“Target jilid 1, jika tamat mempelajarinya maka pembelajar akan hafal huruf-huruf Jawa (hanacaraka), target jilid 2, jika tamat mempelajarinya maka pembelajar akan hafal sandhangan swara,” katanya Senin (19/4)

Sementara target jilid 3, jika tamat mempelajarinya maka pembelajar akan hafal sandhangan wyanjana, target jilid 4, jika tamat mempelajarinya maka pembelajar akan hafal pasangan, dan target jilid 5, jika tamat mempelajarinya maka pembelajar akan hafal aksara murda, swara, rekan dan angka.

Pria juga aktivis Komunitas Aksara Jawa ini mengungkapkan jika ia menciptakan buku Iqra Hanacaraka karena kecintaannya terhadap aksara Jawa. “Saya terinspirasi oleh anak-anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang bisa dengan mudah mempelajari dan menghafal huruf hijaiyah sejak usia dini menggunakan buku Iqra,” ujar pria yang lahir pada 27 Februari 1972 ini.

Melihat begitu cepatnya anak-anak di TPA mempelajari huruf hijaiyah, maka membuat ia berpikir bagaimana mengenalkan aksara Jawa dengan mudah dan cepat. Kemudian mulailah ia menyusun buku belajar huruf atau aksara Jawa metode iqra. Suhadi membutuhkan waktu yang lama dalam menyusun buku Iqra Hanacaraka ini, karena harus menunggu penyempurnaan ejaan.

Selain aktivis Komunitas Aksara Jawa, Suhadi juga aktif mengikuti berbagai seminar dan kongres tingkat nasional di bidang pernaskahan, epigrafi, dan bahasa Jawa. Ia pun sempat menjadi juri di berbagai lomba literasi aksara Jawa dan lomba kaligrafi aksara Jawa.

Jika dilihat isinya susunan dan cara penjelasan dalam buku belajar huruf Jawa itu memang mirip buku Iqra. Namun untuk memenuhi mereka yang selera bahasa jawanya kental, Suhadi membuat edisi lima jilid buku itu menjadi satu bendel buku dengan judul Sinau Hanacaraka.

Ia sengaja membaginya hingga lima jilid agar pembaca bisa belajar secara bertahap. Mulai dari pengenalan huruf per huruf pada jilid pertama, kata dan frasa pada jilid kedua dan ketiga, hingga kalimat pada jilid keempat dan kelima. Untuk yang awam, Suhadi berpesan untuk belajar dengan perlahan.

Untuk melengkapi pelajaran dalam buku di atas, Suhadi melengkapinya dengan menulis buku Ringkasan Aksara Jawa.

“Buku Aksara Jawa ini memuat kelengkapan aksara lengkap dalam 3 versi. yaitu versi Aksara jawa Modern dengan urutan ‘hanacaraka’, versi Aksara Jawa untuk alih aksara Kawi (Jawa Kuno) dengan urutan ‘kaganga’, serta versi Aksara Jawa Kuno/Kawi dengan urutan ‘kaganga’,” jelasnya.

Sejak tahun 2016, dirinya kemudian membuat sanggar yang berfungsi untuk tempat belajar dan bersilaturahmi, utamanya yang tertarik dengan aksara Jawa bernama Sanggar Iqra Hanacaraka yang sekaligus juga sebagai bengkel kerja guna menghasilkan kaligrafi Jawa.

Sejauh ini, Iqra Hanacaraka susunannya tersebut telah didistribusikan ke sekolah-sekolah. Ini memang salah satu langkah Suhadi yang sangat ingin mengembangkan aksara Jawa di masa depan.

Bagi yang tertarik dengan aksara Jawa, silahkan datang ke Sanggar Iqra Hanacaraka yang beralamatkan di Jl. Kricak Kidul No.1196, RT.38/RW.08 Kemantren Tegalrejo Kota Yogyakarta.(rls)