Di UGM, Jenderal Andika Perkasa Hadiri Wisuda Anaknya

by

Sleman, Koran Jogja – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa hari ini, Rabu (25/5) hadir di Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti acara kelulusan anaknya Andrew Perkasa.

Di hari terakhir masa jabatanya sebagai Rektor UGM, Panut Mulyono mewisuda sebanyak .023 lulusan yang terdiri dari 946 sarjana dan 77 diploma.

Andrew Perkasa yang lulus dari prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis UGM. Dari rilis di UGM, Andrew yang angkatan 2017 mendapatkan gelar ganda sebagai bagian dari program dual degree.

Andrew menyelesaikan program DD di University of Melbourne selama dua tahun pada 2021.

Selain itu ada keponakan Presiden Joko Widodo, Tuttan Prakasita yang lulus S1 dari Jurusan Hubungan Internasional (HI), FISIPOL.

“Kami mendapatkan kehormatan anak kami diwisuda Pak Panut yang berakhir masa baktinya sebagai rektor hari ini. Kami mendapatkan legitimasi karena dilantik beliau,” kata Jenderal Andika.

Andika mengungkapkan, dirinya sangat bangga anaknya berhasil lulus UGM dan menjadi bagian dari Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

Ini mengikuti jejak keluarga yang sudah menjadi bagian Kagama, termasuk dirinya dan sang istri.

“Dari kedua pihak dari saya, istri saya, dua keluarga besar kami juga anggota kagama banyak. Nah sekarang berarti generasi yang lebih muda menjadi bagian dari Kagama. Kami bangga,” imbuhnya.

Sebagai Panglima TNI, Andika memberi kesempatan kepada lulusan UGM yang hari diwisuda untuk bergabung dengan TNI. Tahun ini sebanyak 138 lulusan dari berbagai universitas lolos sebagai perwira TNI di tiga mantra.

Mengenai apakah nanti Andrew akan bergabung dengan TNI, Jenderal Andika menjawab belum tahu karena yang bersangkutan berkeinginan mengambil master dulu.

“Selamat atas pencapaian di kampus ini untuk mengawali perjalanan di masa mendatang. Adalah wisuda luring yang digelar pertama kali pasca menurunya pandemi Covid-19 dua tahun terakhir,” kata Rektor Panut.

Usai menjabat rektor, Panut mempertimbangkan jika nantinya ada tawaran menjadi menteri kepadanya.

“Siapa yang menawari menteri, jika ada tawaran dipertimbangkan. Karena jabatan terakhir sebagai profesor maka saya kembali mengajar mendidik. Dan itu sudah asyik,” jelasnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *