Dongkrak Perekonomian, Bupati Bantul Jadikan Plumbungan Contoh

by 2 months ago

Bantul, Koran Jogja – Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi gerakan warga Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro yang berhasil menjadikan kampungnya sebagai obyek wisata dengan tanaman anggurnya. Keberhasilan pengembangbiakan anggur ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Keberhasilan warga di sini mengembangkan tanaman anggur yang selama dikenal sebagai buahnya orang kaya kaya, selain tanahnya yang cocok juga karena kerja keras warganya,” kata Suharsono saat berkunjung, Selasa (18/8).

Sejak dikembangkan pada 2017 lalu, Suharsono menilai Dusun Plumbungan telah mengangkat nama Bantul karena menjadi salah satu rujukan agrowisata. Bahkan, keberhasilan menjadikan Plumbungan menjadi ‘Kampung Anggur’ juga sudah banyak ditiru oleh banyak daerah.

Bagi Suharsono, pemilihan komoditas yang tepat dan sesuai dengan kontur serta kondisi lahannya ternyata menjadi kunci untuk pengembangan pertanian yang berorientasi pada agrowisata.

“Saya contohnya saat di Selopamioro, meskipun merupakan kawasan perbukitan, namun di sana tanaman merah tumbuh subur. Kita mendorong sana menjadi sentra bawang merah dan agrowisata dengan pemandangan indah perbukitannya,” katanya.

Demikian juga dengan apa yang sudah dilakukan warga Dlingo yang mengembangkan komoditas sirih merah dan pohon kayu putih. Kedepan, Suharsono berkeyakinan komoditas ini akan memberikan tambahan perekonomi warga.

Hadir sejak 2017 lalu, kampung anggur Plumbungan ini cetuskan Rio Rio Aditya yang mulai belajar menanam anggur sejak 2010 khususnya varietas Ninel yang berasal dari Ukraina. Keberhasilan Rio ini lantas ditiru warga lainnya dengan membeli bibit seharga Rp100 ribu.

Pembelian bibit oleh warga ini, menurut Rio bertujuan agar warga serius dalam merawat tanaman anggur karena bibitnya diperoleh dengan membeli bukan gratisan. Rio, lantas membantu warga untuk pengembangan hingga sekarang.

Saat ini pengembangan kampung anggur Plumbungan dikoordinatori oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Arimbi yang diketuai Kustiya. Sejak dua tahun terakhir, jumlah warga yang menanam anggur mencapai 185 KK.

“Saat ini kami sedang berbenah. Kami ingin mengatur pengunjung agar tidak terkonsentrasi di beberapa titik saja. Mereka akan kita arahkan ke rumah warga yang pohon anggurnya siap panen,” kata Kustiya.

Berkaca pada musim liburan sebelumnya, dimana banyak pengunjung yang datang tidak kebagian buah karena diborong pengunjung lainnya. Dengan harga jual Rp100 ribu per kilogram, pengunjung diperkenankan untuk memetik langsung buah yang disukainya.

Selain menyediakan buah anggur, Kustiya mengatakan kelompoknya sekarang ini juga sudah mendiversifikasi komoditas seperti kripik dan buntil daun anggur. Tidak hanya itu, warga juga menyediakan bibit pohon anggur hasil stek dengan harga mulai Rp125 ribu sampai Rp300 ribu.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *