Ibu Guru Tersungkur Usai Dijambret, Pelaku Kasihan dan Menyerahkan Diri

by

Bantul, Koran Jogja – Tidak tega atas kondisi korban aksi penjambretannya yang viral di media sosial karena terekam, Bobi Saputra, asal Wirobrajan, Kota Yogyakarta menyerahkan diri ke Polres Bantul. Bobi adalah residivis kasus pencurian dan senjata tajam.

Dalam jumpa pers di Mapolres Bantul yang dipimpin langsung Kabid Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Kombes Yuliyanto didampingi Wakapolres Bantul Kompol Noer Alam.

“Kasus ini bermula saat pelaku merampas tas korban yang bernama Menik Remen Lestari, warga Tamantirto, Kasihan pada 25 November lalu. Saat itu korban yang merupakan guru,” kata Kombes Yulianto, Rabu (2/12).

Aksi korban ini terekam video dari salah satu rumah milik warga. Di video, Menik jatuh tersungkur dari atas sepeda motor setelah tas yang dibawa ditarik paksa pelaku yang berakibat luka dan sempat dirawat di RS.

Kepada awak media, Bobi menyatakan dirinya menyerahkan ke polisi pasca lima hari videonya beredar karena prihatin dan kasihan pada kondisi korban.

“Saya usai kejadian terus bersembunyi di rumah. Karena menyesal, terus saya kesini menyerahkan diri,” katanya.

Kejadian ini berawal saat Bobi, yang bekerja di bidang jual-beli kayu bekas pulang dari rumah temannya guna menyewa truk tapi gagal untuk ekspedisi barang ke luar Jawa. Di perjalanan pulang pelaku melihat korban melintas menggunakan sepeda motor matic dengan membawa tas selempang.

“Tanpa pikir panjang, saya gelap mata dan melakukan penjambretan dengan cara menarik tas korban. Saya tidak tahu, refleks saja saya menarik,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, kepolisian menjerat Bobi dengan pasal 362 ayat 1 tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

“Pelaku ternyata adalah residivis. Sebelumnya dia terlibat kasus membawa senjata tajam dan kasus kedua karena pencurian dengan pemberatan yang semuanya di proses Polresta Yogyakarta,” kata Kombes Yuliyanto.(set)