Jenazah Perempuan Muda Berdaster di Kebun Salak Terungkap, Pelaku Kekasihnya Sendiri

by

Sleman, Koran Jogja – Pria berinisial EBP, 39 tahun warga asal Kediri, Jawa Timur melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri karena cemburu sering dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain. Jenazah korban bernama Sri, warga Dlingo, Bantul disembunyikannya di tengah kebun salak dengan ditutupi dedaunan di Pakem, Sleman.

Direskrimum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengatakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada awal 2013 silam. Kasus ini muncul ketika ditemukannya jenazah perempuan berumur sekitar 30 tahun di tengah kebun salak daerah Pakem.

“Jenazah ditemukan pada 4 Februari 2013. Ada seorang petani sedang memetik buah salak, lalu ada bau busuk. Setelah dicek ternyata ada jenazah perempuan ditutupi dedaunan,” katanya di Mapolda DIY, 3 Desember 2020.

Burkan mengatakan, kondisi jenasah saat ditemukan sudah hampir rusak. Terdapat beberapa luka di tubuhnya seperti di kepala dan leher. Identitasnya juga tidak ada. Hanya mengenakan daster kotak-kotak warna biru muda, dan jaket berwarna biru, serta pakaian dalam.

Hampir tidak ada petunjuk sama sekali. Hanya keterangan dugaan pelaku memakai sepeda motor sport bukan buatan Jepang,” katanya.

Burkan berkata, selama enam bulan terakhir ini dilakukan penelusuran. “Kandidat tersangka, orang asli Kediri. Tim kami kemudian berangkat ke sana,” katanya.

Burkan menyebut dari hasil penelusuran itu pun akhirnya terungkap pelaku berinisial EBP warga Kediri. “Setelah dilacak, pelaku kami tangkap di Sidoarjo tadi malam,” ucapnya.

Menurut Burkan, setelah berhasil ditangkap akhirnya baru terungkap identitas korban. Yakni bernama Sri warga Dlingo, Bantul kelahiran 1980 atau berumur 32 tahun saat ditemukan.

“Ada hubungan asmara dengan pelaku. Motifnya pelaku cemburu karena sering dibanding-bandingkan dengan laki-laki lain,” katanya.

Burkan mengatakan, tindakan keji EBP ini pun telah direncanakan. Pelaku melakukan pembunuhan dengan cara memukul korban memakai helm. “Korban dianiayai hingga meninggal,” ucapnya.(rid)