Kasus Mercon di Ngaglik Sleman, Empat Orang Diamankan

by

Sleman, Koran Jogja – Polisi menetapkan empat pemuda dalam kasus meledaknya mercon di Dusun Plosokuning, Desa Minomartani, Ngaglik, Sleman.

Keempatnya adalah warga sekitar dan mercon yang meledak dipersiapkan untuk lebaran.

Penetapan tersangka ini disampaikan Direskrimum Polda DIY Kombes Ade Syam Indriadi usai jumpa pers hasil Operasi Pekat Progo 2022 di Mapolda, Senin (25/4).

“Empat tersangka berhasil diamankan terkait dengan kasus ledakan mercon yang terjadi Jumat (22/4) pagi. Keempatnya yaitu ADS, MDA, MFI dan EOP saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Polres Sleman,” katanya.

Para tersangka oleh polisi dikenai pasal 1 UU Darurat Nomor 2/1951 karena dengan sengaja membeli, menyimpan dan meramu barang-barang berbahaya dengan ancaman hukuman penjara tiga sampai 20 tahun penjara.

Dari pemeriksaan TKP, Ade menerangkan para tersangka ini mendapatkan berbagai unsur pembentuk bahan peledak seperti sulfur, klorida, bubuk arang, aluminium foil dan sumbu.

Ledakan yang terjadi pada pagi hari ini disinyalir berasal dari dua mercon dengan berat masing-masing 1 Kg kemudian ditambah dengan mercon rentetan yang berisi 20-30 butir mercon.

“Semuanya adalah warga sana. Pengakuan mereka, mercon-mercon ini disiapkan untuk lebaran. Kita menghimbau ke masyarakat untuk tidak menyalakan petasan di hari suci lebaran,” jelasnya.

Sebelumnya, Ade menerangkan selama sepuluh hari operasi ‘Penyakit Masyarakat (Pekat) Progo 2022’, jajarannya telah mengungkap 83 kasus pada kurun waktu 14-23 April. Jumlah kasus ini melebihi dari target yang ditetapkan yaitu 33 kasus.

“Ada 93 tersangka kami amankan dengan barang bukti sebanyak 1.300. Mulai dari alat-alat perjudian, alat-alat kontrasepsi, bahan-bahan membuat mercon, knalpot blombongan, senjata tajam dan ratusan botol 22 jenis miras dari pedagang ilegall,” katanya.

Selam operasi ini, Ade mengatakan pihaknya memberikan perhatian lebih pada kasus prostitusi online yang melibatkan tujuh orang baik mucikari maupun penjaja seks komersial.

Dari tujuh orang yang diamankan di kasus ini, satu orang yang berprofesi sebagai ‘Disk Jockey (DJ)’ ditetapkan sebagai mucikari. Lewat pesan WA, pelaku menawarkan beberapa orang yang berprofesi sebagai PSK termasuk satu teman profesi dengan tarif Rp1-3 juta.

“Kami menjerat nya dengan UU Nomor 21/2007 tentang perdagangan orang dan pasal 296 KUHP terkait penawaran orang untuk diperjualbelikan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” katanya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *