Kuatkan Jaringan di Masyarakat, PKS Kota Yogyakarta Bentuk Komunitas

by

 

Yogyakarta, Koran Jogja – DPD PKS Kota Yogyakarta membentuk sedikitnya enam komunitas untuk menguatkan jaringan dan semakin memberikan manfaatkan kepada masyarakat. Sebagai salah satu upaya untuk mencapai target pada Pemilukada 2024 mendatang yakni memperoleh minimal tujuh kursi di DPRD Kota Yogyakarta.

Ketua DPD PKS Kota Yogyakarta, Nasrul Khoiri mengatakan, pada 2021 ini merupakan tahun penguatan jaringan dengan pembentukan berbagai macam locus pengabdian dan pelayanan.

“Komunitas-komunitas ditumbuhkan di setiap lingkup jejaring anggota PKS sehingga masyarakat secara langsung akan bersentuhan dan merasakan manfaat aktivitas PKS Kota Yogyakarta,” katanya di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Pendopo Migunani kantor DPD PKS Kota Yogyakarta, Minggu (11/4).

Beberapa komunitas yang dibentuk yakni Komunitas UMKM Bangkit ‘Jogja Gumregah’, Komunitas Donor Plasma Penyintas Covid-19, Komunitas Gotong Royong ‘Gugur Gunung’ dan Komunitas ‘Kartu Migunani’.

Adapula Komunitas Relawan Tanggap Bencana, Komunitas Konseling Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan ‘Rumah Keluarga Indonesia’, dan Komunitas Youth Digital-preneur.

Nasrul berkata, menjadi sebuah mekanisme alami ketika PKS berkembang maka ruang pembesarannya membesar. Menurutnya dulu PKS Kota Yogyakarta target marketnya pelajar maupun mahasiswa maka saat ini di kelompok masyarakat diperkuat.

“Penguatan di kelompok masyarakat semakin membesar. Kalau ingin membesar, ceruknya juga harus diperbesar tanpa meninggalkan ceruk yang lama,” ucapnya.

Dalam Rakerda 2021 ini DPD PKS Kota Yogyakarta mengusung tema ‘Terus Melayani dan Membela Rakyat’, dengan harapan program kerja yang disusun dijiwai oleh semangat pelayanan dan pembelaan rakyat.

Nasrul mengatakan, dalam kepengurusan periode 2020-2025 ini PKS Kota Yogyakarta mencanangkan beberapa target capaian. Pertama yakni peningkatkan capaian pemilu pada pemilu 2024 sejumlah 39.000 suara atau senilai 7 kursi DPRD Kota Yogyakarta.

“Target kami minimal tujuh kursi, sekarang lima kursi. Dulu 25 ribu, ke depan 39 ribu (suara). Artinya target minimal untuk mendapat salah satu unsur pimpinan Dewan,” katanya.

Kedua, yakni memenangkan pemilukada Kota Yogyakarta dengan mengusung kader sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota. Ketiga, memperkuat jaringan di tengah masyarakat dengan ragam aktivitas dan bentuk kegiatan produktif yang menguatkan sendi-sendi sosial kemasyarakatan.

Nasrul mengatakan internal partai saat ini pun telah berproses mematangkan kader yang diusungnya untuk dicalonkan menjadi Wali Kota atau Wakil Wali Kota.

“Saat ini proses di internal. Secara resmi launching ke publik, belum. Pada saatnya akan kami launching, kami sampaikan namanya,” ucapnya.(rid)