Lima Pedagang Satwa Via Media Sosial Dibekuk Terpisah

by

Gunungkidul, Koran Jogja – Lima pedagang satwa yang dinyatakan dilindungi diamankan polisi dalam rentang waktu berbeda. Satwa hasil sitaan yang diperdagangan via media sosial akan menjalani rehabilitasi di Hutan Tanaman Rakyat (Tahura) sebelum dilepas liarkan.

Dalam jumpa pers yang digelar di Tahura, Kecamatan Playen, Gunungkidul Rabu (16/3), Wakil Direktur Ditreskrimum Polda Daerah Istimewa Yogyakarta AKBP FX Endriadi mengatakan lima orang tersangka ini ditangkap di tempat dan waktu terpisah.

Satu diantaranya masih berstatus sebagai pelajar.

“Inisial tersangka yang kita amankan yaitu FCW (16 tahun), FAW (25), ABS, SHD dan AP (32). Mereka kita amankan di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman dan Kulonprogo,” kata Endriadi.

FCW diamankan pada 11 Maret karena memperdagangkan seekor burung Nuri kepala hitam dan dua ekor Nuri Tanimbar seharga Rp3 juta lewat medsos. Ia ditangkap di Alun-alun utara saat janji bertemu dengan polisi yang menyamar sebagai calon pembeli.

Selain tiga ekor Nuri. Dalam pengembangan, dari tangan FCW petugas juga mendapatkan enam ekor burung Nuri Tanimbar, seekor burung Nuri kepala hitam dan seekor burung Cucak Hijau.

“FCW yang masih berstatus pelajar mengaku hanya sekali terlibat dalam perdagangan satwa liar. Tersangka kami berlakukan UU Perlindungan Anak. Perbuatannya melanggar UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya,” lanjut Endriadi.

Endriadi melanjutkan, polisi meringkus empat pelaku lainnya secara bertahap. Dimulai dari penangkapan FAW (25) pada 19 Januari Kecamatan Lendah, Kulonprogo. FAW menawarkan satwa Elang Brontok.

Kemudian pada 20 Januari, polisi meringkus ABS dan SHD Kecamatan Pakem¸ Sleman yang menyimpan, memiliki, memelihara dan memperagakan satwa dilindungi di mini zoo buatannya.

“Barang bukti seekor Elang Bondol, seekor Kakak Tua Jambul Kuning, dua ekor Merak Hijau, seekor Kukang Jawa, tiga ekor landak Jawa dan seekor Binturong. Untuk Binturong kalau dijual harganya lebih dari Rp50 juta,” ujarnya.

Di Februari, polisi mengamankan AP (32) yang menawarkan Trenggiling hidup seberat lima Kg dan 25 Km sisik Trenggiling yang dijual online.

Empat pelaku ini juga dijerat UU Nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

Koordinator BKSDA Resort Sleman dan Kota Yogyakarta Uut Budiarto memaparkan puluhan satwa tersebut sudah ada di pihaknya dalam kondisi sehat. Satwa ini akan menjalani rehabilitasi sebelum dilepas liarkan.

“Usai mendapatkan perawatan dan rehabilitasi, nantinya akan dilepasliarkan ke habitat aslinya,” ucapnya. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *