Manfaat singkong, kandungan dan risikonya

by

Koran Jogja – Singkong adalah sayuran yang merupakan bahan pokok dari banyak diet di seluruh dunia. Singkong merupajan sumber nutrisi yang baik, tetapi orang harus menghindari memakannya mentah.

Singkong mentah mengandung sianida, yang beracun untuk dicerna, jadi sangat penting untuk menyiapkannya dengan benar. Selain itu, ada dua jenis singkong: manis dan pahit. Singkong pahit lebih keras tetapi memiliki kandungan sianida yang jauh lebih tinggi.

Sebagian orang menggiling singkong untuk membuat tapioka, yang mereka makan sebagai puding atau digunakan sebagai pengental.

Apa itu singkong?

Singkong adalah sayuran akar. Singkong adalah bagian bawah tanah dari semak singkong, yang memiliki nama latin Manihot esculenta. Seperti kentang dan ubi, ini adalah tanaman umbi-umbian. Akar singkong memiliki bentuk yang mirip dengan ubi jalar.

Orang juga bisa memakan daun tanaman singkong. Saat ini, lebih dari 80 negara di seluruh daerah tropis menanam singkong, dan singkong merupakan komponen utama makanan lebih dari 800 juta orang di seluruh dunia.

Singkong populer karena merupakan tanaman keras yang tahan terhadap kekeringan dan tidak membutuhkan banyak pupuk. Konon, itu rentan terhadap penyakit bakteri dan virus.

Untuk apa singkong digunakan?

Singkong adalah sumber karbohidrat yang kaya dan terjangkau. Ini dapat memberikan lebih banyak kalori per hektar tanaman daripada tanaman biji-bijian sereal, yang membuatnya menjadi tanaman yang sangat berguna di negara berkembang.

Orang-orang menyiapkan dan makan singkong dengan berbagai cara di berbagai belahan dunia, dengan memanggang dan merebus menjadi metode yang paling umum. Di beberapa tempat, orang memfermentasi singkong sebelum menggunakannya.

Sangat penting untuk mengupas singkong dan tidak pernah memakannya mentah. Karena mengandung tingkat sianida yang berbahaya kecuali jika seseorang memasaknya dengan matang sebelum memakannya.

Manfaat dan gizi singkong

Singkong adalah sayuran kaya kalori yang mengandung banyak karbohidrat dan vitamin serta mineral utama.

Singkong merupakan sumber vitamin C, tiamin, riboflavin, dan niasin yang baik. Daunnya, yang juga bisa dimakan jika dimasak atau dijemur di bawah sinar matahari, mengandung hingga 25% protein.

Namun, umbi singkong tidak memberikan nilai gizi yang sama dengan sayuran umbi lainnya.

Tepung tapioka mendapatkan perhatian sebagai sumber tepung bebas gluten untuk membuat roti dan produk panggang lainnya yang cocok untuk orang dengan intoleransi gluten.

Singkong adalah sumber pati resisten, yang menurut para ilmuwan dapat meningkatkan kesehatan usus seseorang dengan membantu memelihara bakteri usus yang menguntungkan. Pati resisten tetap relatif tidak berubah saat melewati saluran pencernaan.

Singkong hanya mengandung sedikit protein dan lemak. Orang yang menggunakan singkong sebagai makanan pokok mungkin perlu makan lebih banyak protein atau mengonsumsi suplemen protein untuk menghindari kekurangan gizi.

Karena daun singkong merupakan sumber protein, orang-orang di beberapa belahan dunia menekankan penggabungan akar dan daun tanaman untuk mengatasi masalah ini.

Apakah singkong beracun?

Orang tidak boleh makan singkong mentah, karena mengandung bentuk sianida alami, yang beracun untuk dicerna. Merendam dan memasak singkong membuat senyawa ini tidak berbahaya.

Makan singkong mentah atau tidak disiapkan dengan benar dapat menyebabkan efek samping yang parah.

Bahkan di tempat-tempat di mana singkong merupakan bagian makanan yang terkenal, laporan telah mengidentifikasi beberapa bahaya memakannya dan mengonsumsi terlalu banyak sianida aktif.

Cara menyiapkan singkong dengan aman

Karena kandungan sianida singkong, orang harus memastikan singkong berasal dari pemasok yang dapat dipercaya. Mereka juga harus mengambil langkah-langkah berikut saat memasak:

– Kupas akar singkong.
– Iris atau potong kecil-kecil.
– Rendam mereka dalam air.
– Rebus sampai empuk dan dimasak dengan sangat baik.
– Buang semua air rebusan.

Memanggang, menggoreng, atau merebus mungkin sesuai. Namun, orang harus mengikuti instruksi pada kemasannya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) , orang harus merendam umbi singkong manis dalam air selama 4-6 hari. Orang juga harus mengikuti langkah-langkah ini saat menggunakan singkong beku. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *