Muhadjir : Tak Terbuka Soal Corona Adalah Bahaya Laten

by

Bantul, Koran Jogja – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan masyarakat yang tidak terbuka saat terpapar Covid-19 akan menjadi bahaya laten.

“Keberadaan individu yang tertular dan tidak diketahui menjadi bahaya laten karena menyebabkan penularan yang lebih luas di komunitasnya. Ibaratnya, ini seperti fenomena gunung es sehingga harus ditertibkan,” katanya di Bantul, Kamis (18/2).

Karena itulah pemerintah tengah menggencarkan kegiatan 3T di masyarakat hingga pelosok paling kecil yaitu RW/RT sesuai perintah Presiden. Dampaknya, selama pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro angka terkonfirmasi masih sangat tinggi.

Namun hal itu tidak salah, justru hal ini yang diharapkan dari pemerintah dalam pelaksanaan 3T. Pasalnya saat ini rapid test tidak bisa dijadikan pedoman karena banyak digunakan.

Diharapkan pelaksanaan 3T sampai tingkat bawah akan diketahui banyaknya kasus yang terjadi dan bisa dilakukan antisipasi penularan Covid-19 sejak dini.

“Kesadaran masyarakat sudah tinggi, namun perlu ditingkatkan. Kesadaran akan 3M saja tidak cukup tanpa dibarengi dengan 3T. Keduanya seperti dua sisi mata uang yang saling menguatkan,” lanjutnya.

Sebab itu, Muhadjir meminta masyarakat terbuka dan tidak bersembunyi atau kuatir dengan stigma yang tidak baik ketika dinyatakan positif Covid-19. Pandemi bukanlah kutukan karena bisa menimpa siapa saja.

“Jangan sampai pasien Covid-19 diberi stigma jelek, yang justru membuat kesulitan dalam membongkar kasusnya,” tegasnya.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *