Koran Jogja – Harga emas mengalami peningkatan yang signifikan pada 2025 dan 2026. Kondisi ini tentu mendorong para pensiunan untuk memasukkan logam mulia ke dalam portofolio investasinya.
Namun Anda perlu tahun. Emas tidak bisa menghasilka pendapatan, seperti saham atau obligasi.
Nilai emas ini dipengaruhi oleh penawaran, permintaan, serta kondisi ekonomi di tingkat global.
Harga emas pada 2025, meningkat lebih dari 60 persen. Kemudian pada April 2026 ini, mencapai di atas 4.600 dolar per pns, atau 1.6000 dolar lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Banyak pensiunan pun bertanya-tanya, apakah emas layak mendapatkan tempat dalam portofolio investasinya.
Alasan investor membeli emas ini, juga bukan karena pendapatan. Namun bagaimana logam mulia ini bisa beperan saat pasar mengalami rtekanan.
Sebelum memutuskan membeli emas untuk investasi, ada baiknya melakukan pertimbangan terlebih dahulu.
Anda perlu menentukan berapa banyak emas yang akan dipegang, dan jangka waktu menyimpannnya.
Jangka waktu yang panjang, tentu memungkinkan para investor melalui fluktuasi harga dengan lebih tenang.
Harga emas juiga bisa berherak secara tak terduga, sehingga Anda harus mempertimbangkan toleransi risikonya.
Mengalokasikan uang untuk emas, artinya mengurangi uang Anda untuk mendapatkan pengembalian secara reguler.
Hal lain yang perlu dipikirkan adalah biaya tersembunyi kepemilihan emas fisik. Karena ada persyaratan penyimpanan dan biaya tambahan. (*)
Baca artikel lainnya:
