Pelaku Wisata Bantul Diminta Legowo Jalani PPKM Darurat

by

Bantul, Koran Jogja – Pelaku industri pariwisata Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya kawasan pantai selatan diminta legowo menjalani Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Kebijakan PPKM Darurat ini merupakan genderang perang terakhir pemerintah dalam melawan penyebaran Covid-19. Saya meminta rakyat Bantul bersama-sama berjuang sebagai prajurit,” kata Halim, Jumat (2/7) saat jumpa pers.

Usai mengelar rapat kordinasi menindak lanjuti kebijakan PPKM Darurat Pemkab Bantul memutuskan menutup semua obyek wisata baik yang dikelola pemerintah maupun komunitas dan desa.

Kegiatan ekonomi, selama 17 hari dari 3-20 akan dibatasi operasionalnya. Pasar tradisional hanya boleh buka sampai pukul 13.00 WIB dan kapasitas hanya 50 persen dari daya tampung. Supermarket juga dibatasi jam bukanya sampai pukul 20.00 WIB.

“Sekolah tatap muka kita tunda sampai waktu yang memungkinkan. Tempat-tempat ibadah kita larang mengadakan acara keagamaan dan sosial. Idul Adha akan ada himbauan lebih lanjut,” ujar Halim.

Terkait dengan kebijakan penutupan objek wisata pantai selatan yang bakal bertambah dua pekan. Sebelumnya, mereka juga tutup dua pekan.

Halim meminta pelaku ekonomi di sana legowo. Dirinya menyakini, pelaku industri pariwisata, terutama yang besar akan mampu bertahan dua pekan mendatang.

“Seluruh masyarakat terdampak. Tapi berdasarkan derajat terdampaknya, kami akan prioritaskam siapa yang nanti mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT),” lanjutnya.

Sekretaris Daerah Pemkab Bantul Helmi Jahmaris menyatakan soal aturan dan ketentuan siapa yang nantinya berhak mendapatkan BLT. Pihaknya menunggu keputusan dari pusat.(set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *