Pelaku Wisata Bantul Minta Pelonggaran Cicilan Jika PPKM Darurat Diperpanjang

by
koran jogja

Bantul, Koran Jogja – Pelaku wisata di pesisir pantai selatan Bantul bakal meminta bantuan berupa kelonggaran cicilan piutang jika pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat diperpanjang.

Permintaan ini seperti disampaikan salah satu tokoh obyek wisata pantai Depok, Dardi Nugroho, Sabtu (17/7).

“Jika benar-benar diperpanjang sampai akhir Juli. Kami meminta memberikan kompensasi karena selama penutupan kami sama sekali tidak memiliki pemasukan,” katanya.

Kompensasi ini tidak harus uang, tapi bisa berupa penundaan cicilan hutang di perbankan. Sedangkan untuk makan sehari-hari masih sanggup.

Tapi untuk pembayaran cicilan hutang, dirinya mengaku tidak sanggup lagi. Terlebih tabungan yang ada sudah digunakan untuk biaya masuk sekolah.

“Pemerintah harus bertanggung jawab dan memberi kompensasi,”ungkapnya.

Kondisi yang sama juga diungkapkan satu pemilik warung makan, Nunik. Ia bercerita, selama PPKM Darurat ini dirinya membuka usaha hanya untuk melayani pesanan warga yang isolasi mandiri (isoman).

“Wisatawan tidak ada yang datang sama sekali. Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai dijaga petugas pagi hingga malam,” ucapnya.

Nunik mengaku selama PPKM Mikro hingga PPKM Darurat, dirinya dua kali menunggak pembayaran hutang di perbankan.

Kasi Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Markus Purnomo Adi tidak menampik jika imbas pandemi ini membuat sektor wisata terjungkal.

Pihaknya mengaku terus memberikan dukungan agar pengelola destinasi dan pelaku wisata tidak berputus asa karena tidak sendiri menghadapi situasi sulit ini.

“Semua lini kena dampaknya, oleh karena itu, mari kita bersama-sama tetap menjaga semangat agar segera keluar dari situasi barat ini,” ujarnya.(set)