Pemda DI Yogyakarta Diminta Terapkan PSBB Total

by
Koran jogja

Yogyakarta, Koran Jogja – Keputusan Pemda DIY hanya menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diputuskan pemerintah hanya ke tiga kabupaten, kecuali Kota Yogyakarta dan Bantul dikritisi Wakil Ketua DPRD Huda Tri Yudiana.

.”Kebijakan pembatasan sosial yang diambil pemerintah pusat untuk beberapa daerah sudah tepat. Sedangkan DIY sendiri atas beberapa kritiria kondisi hanya menerapkan di Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo,” jelas Huda dalam siaran tertulis, Kamis (7/1).

Melihat kondisi terakhir, Huda menyatakan sebaikany keputusan ini oleh Pemda DIY dikaji ulang. Dirinya mengusulkan agar pembatasan tidak hanya di tiga kabupaten namun di seluruh wilayah yaitu satu kota dan empat kabupaten.

Menurutnya alasan utama pemberlakukan pembatasan di seluruh wilayah karena memang mobilitas penduduk DIY antar kabupaten sangatlah tinggi. Sehingga langkah ini baginya jauh efektif untuk mengurangi penambahan kasus pasien terpapar Covid-19.

Pasalnya, bisa jadi warga beraktivitas di kota, tertular dan kembali ke tempat tinggalnya di Bantul atau kabupaten lain.

“Contohnya, kalau siang di Kota Yogyakarta mobilitas warga yang beraktifitas sangat tinggi, namun saat malam hari menurun. Kondisi ini sebenarnya mencerminkan kondisi daerah lainnya,” lanjutnya.

Huda juga meminta warga menahan diri sementara waktu saat pembatasan diberlakukan agar kedepan nanti aktifitas perekonomian berjalan lebih baik dan berlangsung aman. Sambil menerapkan pembatasan, Pemda juga diminta untuk melakukan screening massal.

Untuk proses screening, Ia mengusulkan sebaiknya UGM yang baru menghadirkan alat pendeteksi Covid-19, GeNose diajak serta.

“Jika ditemukan kasus positif dalam screening, masyarakat langsung diminta isolasi mandiri jika tanpa gejala dan dilanjutkan swab dan perawatan jika bergejala. Semua itu untuk menekan penyebaran Covid-19,” paparanya.

Selain itu, bagi wilayah yang terdapat pasien positif dan isolasi mandiri, diharapkan memberikan bantuan serta pertolongan dengan mengaktifkan sistem sosial antar warga atau tonggo ngrumat tonggo.(set)