Penanganan RTLH, Bupati Halim Undang Banyak Pihak Terlibat

by

Bantul, Koran Jogja – Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengakui keterbatasan keuangan daerah dalam meningkatkan kehidupan layak dan sehat warganya menjadi alasan untuk melibatkan banyak pihak.

Khususnya dalam program pembenahan rumah tidak layak huni (RTLH).

“Target pemerintah, termasuk Bantul menginginkan ketersediaan sandang, papan, dan pangan tersedia dengan baik dan layak. Namun karena keuangan terbatas, kita melibatkan banyak pihak,” katanya Rabu (2/3).

Hari ini bersama dengan Baznas Bantul, Bupati Halim menyerahkan bantuan uang tunai senilai Rp20 juta kepada Abdul Rohim warga RT 3, Dusun Depok, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak.

Bantuan sebagai biaya untuk pembangunan rumah milik Abdul yang dinilai tidak layak huni dan pembangunan fasilitas MCK.

“Tadi kita lihat kan, bagaimana tidak layaknya MCK dan kondisi rumah. Kita ingin rumah-rumah seperti ini mendapatkan bantuan. Karena itu kita mengundang individu, lembaga atau organisasi ke masyarakat untuk bersama-sama menangani ini,” jelasnya.

Baginya kehadiran rumah yang layak huni, nyaman dan sehat akan memberi pengaruh besar pada penghuninya.

Dengan kondisi keselamatan, kenyamanan dan kesehatan yang tidak memadai, Halim meminta program bedah rumah yang dijalankan pihaknya jangan dikaitkan dengan peningkatan ekonomi.

“Sekarang ini, kita ingin mempercepat warga Bantul untuk memiliki tempat tinggal yang layak, sehat dan nyaman. Jadi jangan bicara ekonomi dulu,” tegasnya.
Kepada Kepala Dukuh dan Ketua RT, Halim berpesan agar uang bantuan itu dimanfaatkan sebenar-benarnya, terutama dalam hal penyediaan MCK yang layak pakai dan sehat.

Abdul Rohim menjelaskan dirinya hanya hidup berdua dengan istrinya, Endang Lestari. Kedua anaknya bersekolah di pondok pesantren.

“Desember kemarin atap rumah roboh karena dimakan usia. Bangunan yang ada sekarang ini bantuan dari warga dan beberapa lembaga. Saya bersyukur mendapatkan bantuan ini dan segera untuk saya belikan material,” katanya.

Dilansir dari laman perkim.id, jumlah RTLH huni di DIY pada 2019 lalu jumlahnya mencapai 40.013 dengan terbanyak di Sleman (13.898) dan jumlah RTLH paling sedikit adalah di Kota Yogyakarta (2797).

Bantul menempati urutan keempat dengan jumlah RTLH sebanyak 3.641 dibawah Kulonprogo sebanyak 6.077. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *