PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Akhir Juli

by

Sleman, Koran Jogja – Kebijakan PPKM Darurat disebut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy diperpanjang sampai akhir Juli ini.

“Tadi rapat kabinet terbatas yang saya ikuti di Sukoharjo, bapak Presiden sudah memutuskan PPKM Darurat dilanjutkan sampai akhir Juli,” kata Muhadjir Effendy di Hotel University Club UGM, Jumat (16/7).

Dengan perpanjangan ini, Presiden menurut Muhadjir juga menyampaikan bahwa ada risiko yang diseimbangkan. Termasuk keseimbangan antara meningkatkan disiplin masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes), standar-standar PPKM Darurat serta bantuan sosial (Bansos).

Untuk bansos, Muhadjir menyebut pemerintah tidak bisa memikulnya sendiri. Dia meminta semua pihak saling gotong royong.

“Karena itu bansos itu tidak mungkin ditanggung negara sendiri oleh pemerintah. Gotong royong masyarakat. Termasuk civitas akademika seperti UGM untuk membantu mereka yang kurang beruntung akibat PPKM ini,” katanya.

Diharapkan seluruh masyarakat dan pemerintah daerah saling bantu, saling bergandeng tangan mengulurkan tangan termasuk sedekah masker. Karena bagaimanapun masyarakat di bawah, masker masih merupakan barang yang mahal.

“Ttidak mungkin kita meminta kesadaran mereka tanpa ada upaya kita membantu mereka,” jelasnya.

Sebagai evaluasi 13 hari pelaksanaan PPKM Darurat, Muhadjir menyatakan kedepan inti penanganan penyebaran Covid-19 sebenarnya terletak pada kepatuhan masyarakat mematuhi prokes.

“Pokoknya apapun namanya PPKM Darurat maupun super darurat. Selama masyarakat tidak mau kompromi atau menahan diri untuk tidak melanggar. Maka pembatasan ini tidak akan berhasil,” jelasnya.

Jadi menurutnya, apapun yang dilakukan pemerintah akan mubazir kalau masyarakat tidak sadar bahwa prokes dan pembatasan mobilitas yang teratur dengan baik adalah satu-satunya pilihan.(set)