Prihatin Tindak Klitih, Komunitas Ini Akan Berjaga di Lokasi Rawan

by

Bantul, Koran Jogja – Komunitas Obar Abir mendeklarasikan perang dalam memberantas klitih di jalanan Yogyakarta dengan patroli setiap malam.

Deklarasi ini disampaikan Komunitas Obar Abir pada Selasa malam (5/4) di Pyramid Cafe, Sewon, Bantul. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Komunitas Raden Mas Acun Hadiwidjojo (KRT Poerbokusumo).

“Gerakan ini bentuk keprihatinan kami dengan kemunculan klitih. Bukannya kami tidak percaya dengan aparat. Beberapa kali ditangkap dilepas dengan dalih janggal. Seperti masih dibawah umur,” katanya.

Tidak hanya itu, Acun mengatakan alasan lainnya dilepasnya pelaku oleh kepolisian adalah mereka belum pernah melakukan penganiayaan di jalanan dan hanya dikenakan UU Darurat.

Gerakan ini menurutnya bukan untuk menyaingi tugas dari kepolisian. Namun ini bentuk sinergi dan saling bahu membahu dalam memberantas klithih.

“1.800 anggota komunitas akan berkeliling dan berjaga di berbagai kawasan rawan dengan cara mereka. Jika ada pelaku klithih, kami akan memproses sesuai hukum yang berlaku namun juga dibikin kapok,” tegasnya.

Anggota Prajurit Obar Abir, Sinyo mengatakan Obar Abir siap menjadi garda depan terhadap klitih. “Bukan tidak puas dengan kepolisian,” katanya.

Anggota yang lain, Fandi berharap kepada anggota DPR RI dari Yogyakarta untuk memperjuangan revisi UU terkait pemberantasan klithih sehingga ada payung hukum penindakan bagi pelaku yang dibawah umur.

Kadiv Humas Jogja Police Watch (JPW) Baharuddin Kamba merilis jumlah kasus klithih yang terjadi sepanjang Januari hingga awal April 2022 . Terdapat 13 kasus klithih baik yang sudah dilaporkan terjadi maupun penangkapan pelaku oleh polisi.

Terakhir adalah kasus tewasnya pelajar asal Kebumen yang terkena sabetan gir di Banguntapan, Bantul, Minggu (3/4) dini hari.

“JPW mendesak pihak kepolisian segera menangkap para pelaku kejahatan jalanan ini. Jika tidak segera ditangkap maka dikhawatirkan kasus serupa terjadi kembali dan menambah keresahan masyarakat Yogyakarta,” tulis Kamba. (Set)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *