Minggu, 21 Juli 2024
Koran Jogja

Sampai Kapan Bumi Ada?

Mengapa Manusia Tidak Bisa Merasakan Bumi Berputar? (pixabay)
Mengapa Manusia Tidak Bisa Merasakan Bumi Berputar? (pixabay)

Koran Jogja – Sumber dari gravitasi dan energi pada tata surya saat ini berupa matahari. Hal itu pun nantinya yang bisa menyebabkan bumi hancur.

Bintang dari pusat tata surya tersebut seiring bertambahnya usia maka siklus hidupnya pun pada kahirnya akan mengbiskan marmer biru kitu.

Lalu sampai kapan bumi memiliki waktunya hingga akhirnya ditelan Matahari? Waktu kematian bumi perkiraannya yakni beberapa miliar tahun dari sekarang.

Akan tetapi untuk kehidupan di Bumi bisa berakhir jauh lebih cepat dari itu. Sebagian besar organisme yang ada tidak akan bisa bertahan hidup di bumi dalam waktu sekitar 1,3 miliar tahun.

Baca artikel menarik lainnya:

Dilansir dari laman Live Science, hal itu disebabkan karena adanyaevolusi alami matagari. Manusia pun bisa berpotensi menyebabkan dirinya sendiri punah dalam beberapa abad mendatang.

Hal itu disebabkan karena laju perubahan iklim yang ditimbulkan oleh manusia saat ini tidak dimitigasi atau sebagai konsekuensi perang nuklir.

Ilmuwan planet di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA, Ravi Kopparapu mengatakan bumi punya waktu sekitar 4,5 miliar tahun sebelum matahari menjadi raksasa merah besar dan menelannya.

“Matahari akan membengkak dengan ukuran setidaknya sebesar orbit bumi,” katanya.

Kopparapu mengungkapkan, bumi akan mengalami panas ekstrem jauh sebelum Matahari selesai transisi menjadi raksasa merah.

Pada proses kematian matahari meningkat maka suhu lautan akan meluap. Kondisi atmosfer pun hilang sehingga gaya pasang surut gravitasi matahari bisa membuat bumi hancur.

Karena kondisi tersebut manusia tidak mampu bertahan hidup, baik secara fisiologis di alam, di bumi. Sebab situasinya panas dan lembab secara terus menerus.

Lautan mungkin akan menguap saat luminositas matahari hampir 20 persen lebih tinggi dibandingkan kondisi saat ini. (*)

Leave a Reply