Minggu, 21 Juli 2024
Koran Jogja

Terapkan Prokes Ketat, Pilkada Bantul Diapresiasi Kemendagri

 

Bantul, Koran Jogja – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 24 desa Kabupaten Bantul, Minggu (27/12) diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

“Kita memang mengcopy paste standar penerapan prokes seperti pilkada kemarin, termasuk mengatur jam kedatangan pemilih. Penerapan prokses ketat adalah syarat mutlak gelaran Pilkades tahun ini,” kata Sekda Bantul Helmi Jamharis usai pemantauan pilkades di Desa Jambidan, Kecamatan Banguntapan.

Helmi memastikan seluruh pelaksanaan pilkades sesuai harapan karena berjalan tertib, aman dan lancar. Demikian juga dengan antisipasi dari kelompok penyelenggaraan pemungutan suara (KPSS) di tempat pemungutan suara (TPS) yang mematuhi prokes dan 3M.

Di setiap TPS, selain ada pengukuran suhu bagi pemilih, juga disediakan tempat cuci tangan, sarung tangan plastic sekali pakai, dan hand sanitizer.

“Dari sisi penerapan prokes ini, hari ini pelaksanaan pilkades di Bantul bersama Kabupaten Pemalang dipantau langsung Kemendag. Ini apresiasi bagi kita,” kata Helmi.

Mewakili Dirjen Bina Pemerintahan Desa kemendagri Yusharto, Kepala Balai Pemerintahan Desa Kemendagri di DIY, Effendi pelaksanaan Pilkades dengan prokes ketat menjadi perhatian pemerintah.

“Pemerintah tidak ingin gelaran Pilkades ini menjadi cluster baru dari penyebaran Covid-19,” tegas Effendi.

Karenanya mulai dari sebelum sampai pelaksanaan, jajarannya memantau penuh jalannya Pilkades. Hasilnya, sementara ini Effendi mengatakan baik KPPS maupun pemilih sudah menerapkan prokes dengan benar. “Ini artinya masyarakat sudah sadar bahwa keberadaan Covid-19 berbahaya,” katanya.

Pemkab Bantul menganggarkan sekitar Rp6 miliar untuk Pilkades serentak di 24 desa. Sedangkan KPU Bantul menghibahkan 2.085 alat pengukur suhu tubuh (thermogun).(set)

Leave a Reply