Koran Jogja – Musim hujan akan segera datang. Lalu bagaimana cara perawatan mobil supaya meminimalkan risiko kerusakan saat cuaca basah?
Cauca memang lebih sejuk saat musim hujan. Namun, juga menghadirkan tantangan dalam berkendara.
Musim hujan identik dengan jalanan yang basah, lubang jalan yang tersembunyi, jarak pandang terbatas, hingga henangan air.
Berbagai tantangan tersebut, bisa memunculkan risiko kecelakaan hingga kerusakan mobil yang tak terduga.
Mempersiapkan mobil untuk menghadapi tantangan selama musim hujan, tidak harus melakukan perbaikan yang mahal.
Anda bisa melakukan beberapa pemeriksaan preventif supaya meningkatkan keselamatan, mengurangi kemungkinan masalah teknis, dan berkendara lebih aman serta andal.
Ban memiliki peran penting dalam menjaga daya cengkeram di jalan basah. Anda bisa memeriksa kedalaman alur ban.
Jika ban sudah aus, sebaiknya segera diganti. Sebab, alur ban yang dangkal bisa mengurangi kemampuan dalam membuang air dan meningkatkan risiko.
Pemeriksaan selanjutnya, adalah tekanan angin ban. Termasuk juga ban cadangan. Anda perlu tahu, tekanan angin yang tidak tepat, bisa memengaruhi kinerja pengereman dan pengendalian kendaraan.
Pemeriksaan selanjutnya adalah memastikan wiper bisa membersihkan kaca depan, tanpa meninggalkan bekas goresan atau menimbulkan suara.
Sebab, jarak pandang yang baik sangat penting ketika berkendara dalam kondisi hujan lebat.
Periksa juga lampu depan, lampu belakang, lampur rem, sein, lampu mundur, dan lampu kabut.
Jika ada yang mati, langsung ganti bohlamnya. Bersihkan atau perbaiki kaca lampu depan yang buram.
Hal selanjutnya yang harus diperiksa adalah komponen rem. Jika merasa ada suara atau getaran yang tak biasa atau jarak pengereman menjadli lebih jauh, segera periksa.
Dalam berkendara, ketika melalui genangan air, injak pedal rem secara perlahan selama beberapa detik. Langkah itu dimaksudkan untuk mengeringkan komponen rem. (*)
