Kamis, 15 Oktober 2026
Koran Jogja

Bupati Gunungkidul Tinjau Revitalisasi Sindon dan Luweng Ngreneng, Potensi Air untuk Atasi Bencana Kekeringan

Bupati Gunungkidul Tinjau Revitalisasi Sindon dan Luweng Ngreneng, Potensi Air untuk Atasi Bencana Kekeringan.
Bupati Gunungkidul Tinjau Revitalisasi Sindon dan Luweng Ngreneng, Potensi Air untuk Atasi Bencana Kekeringan

Gunungkidul, Koran Jogja – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih melakukan monitoring proyek revitalisasi Sindon Semanu dan Luweng Ngreneng, termasuk Dam Bribin II di Ngalangombo, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengevaluasi potensi sumber daya air sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan kekeringan yang masih dihadapi sejumlah wilayah,Selasa (13/10/2026).

Dalam peninjauan di Luweng Ngreneng, Endah menyampaikan bahwa kawasan tersebut memiliki potensi sumber air bawah tanah dengan debit yang besar dan kondisi air yang tampak jernih. Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat apabila didukung kajian teknis dan perencanaan anggaran yang memadai.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama jajaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan mengkaji lebih lanjut kemungkinan pemanfaatan sumber air tersebut. Evaluasi juga mencakup penghitungan ulang rencana anggaran biaya (RAB) agar pengembangan infrastruktur dapat dilakukan secara lebih efisien dan ekonomis.

“Potensi sumber air ini perlu kita kaji dan optimalkan agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan mengatasi persoalan kekeringan,” demikian pokok pernyataan Bupati dalam peninjauan tersebut.

Selain untuk kebutuhan rumah tangga, optimalisasi sumber air Luweng Ngreneng juga berpotensi mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Pengembangan sumber air tersebut turut membuka peluang kerja sama antardaerah dalam pemenuhan kebutuhan air.

Infrastruktur Air Terus Dikembangkan

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama PDAM dan instansi terkait terus berupaya memperluas akses air bersih melalui optimalisasi infrastruktur yang sudah tersedia serta eksplorasi sumber air baru.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan peralatan bantuan dari kementerian yang disebut telah beroperasi untuk melayani sekitar 1.500 pelanggan baru. Sementara itu, pengadaan pompa tambahan melalui anggaran daerah masih dalam proses.

Pemerintah daerah juga merencanakan perbaikan fasilitas yang mengalami kerusakan akibat siklon. Perbaikan tersebut diharapkan dapat memulihkan pelayanan air bersih bagi sekitar 2.000 pelanggan yang sebelumnya terdampak.

Di sisi lain, pemanfaatan sumber air dari sumur bor di kawasan Ngreneng yang memiliki debit besar juga menjadi salah satu potensi yang perlu dikaji lebih lanjut. Jika didukung kapasitas infrastruktur dan jaringan distribusi yang memadai, sumber air tersebut berpeluang menjangkau lebih banyak masyarakat.

Penanganan Kekeringan Menjadi Prioritas

Meski pelayanan air di wilayah perkotaan dilaporkan relatif aman, pemerintah daerah tetap berupaya mencari sumber air alternatif untuk kawasan yang masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, termasuk wilayah Panggang dan Purwosari.

Pengembangan sumber air baru perlu disertai kajian teknis, perhitungan kebutuhan masyarakat, serta kesiapan jaringan distribusi agar pemanfaatannya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Melalui monitoring revitalisasi Sindon Semanu, Luweng Ngreneng, dan Dam Bribin II, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air di Gunungkidul.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak kekeringan sekaligus mendukung kebutuhan air bersih masyarakat dan keberlangsungan sektor produktif di wilayah Gunungkidul. (*)

Leave a Reply