Kulon Progo, Koran Jogja – Menjadi minoritas bukan penghalang bagi murid untuk menjadi pemimpin dan berprestasi. Hal itu tercermin di SMP Negeri 3 Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melalui terpilihnya Ariyadhana Wisnu Pradhita, siswa beragama Buddha, sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) sekolah tersebut.
Momentum tersebut semakin bermakna ketika Wisnu mendapat kehormatan menghadiri pelantikan ketua OSIS terpilih jenjang SMP, SMA, SMK, MTs, dan MAN yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan berlangsung pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, di Gedung Kaca, Kompleks Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Terpilihnya Wisnu menjadi gambaran nyata komitmen sekolah dalam memberikan kesempatan kepada setiap murid untuk berpartisipasi dan mengambil peran kepemimpinan tanpa membedakan latar belakang agama, sosial, budaya ekonomi, maupun elemen kemasyarakatan yang lain.
“Selamat untuk Wisnu. Kami juga berikan apresiasi tinggi pada Pembina Osis, panitia pemilu osis dan seluruh siswa. Semoga dengan terpilihnya Wisnu menjadi momentum untuk semakin meneguhkan SMP Negeri 3 Girimulyo sebagai sekolah yang terbuka terhadap keberagaman. Kami ingin memastikan bahwa setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berpartisipasi, dan mengambil peran dalam kepemimpinan di sekolah,” kata Kepala SMP Negeri 3 Girimulyo, Henri Saputro, S.Pd., M.Pd., kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Wisnu terpilih melalui pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS yang digelar pada 8 Oktober 2026. Berpasangan dengan Rezky Langit Ramadhan sebagai calon wakil ketua, Wisnu memperoleh 76 suara, mengungguli tiga pasangan calon lainnya.
Menariknya, Rezky Langit Ramadhan yang mendampingi Wisnu baru saja ditetapkan sebagai Ketua Rohani Islam SMP Negeri 3 Girimulyo pada September atau sebulan sebelumnya.
Pembina OSIS SMP Negeri 3 Girimulyo, Fandhi Gunawan, S.Pd.Jas., menambahkan bahwa pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS memanfaatkan jam kokurikuler sebagai bagian dari pembelajaran demokrasi dan penguatan karakter murid.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak minggu ketiga September 2026. Seluruh murid dilibatkan dalam tahapan pemilihan, mulai dari pengenalan kandidat, penyampaian visi dan misi, hingga pemungutan suara yang dilaksanakan pada 8 Oktober 2026.
Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang mekanisme pemilihan pemimpin, tetapi juga berlatih menyampaikan pendapat, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan pandangan, serta menerima hasil pemilihan secara demokratis.
Menurut Fandhi, pemanfaatan kegiatan kokurikuler tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual. Nilai-nilai demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap keberagaman tidak hanya dipelajari melalui teori di kelas, tetapi juga dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sekolah. “Alhamdulilah, kegiatan Pemilu Osis di sekolah kami mendapat apresiasi dari Bapak Bupati Kulon Progo karena tingkat partisipasi siswa pemilih mencapai 100 persen. Seluruh siswa yang berjumlah 147 memberikan hak pilihnya,” jelas Fandhi.(*)
