5 Manfaat daun pepaya untuk obat dan kesehatan

by

Koran Jogja – Pepaya adalah salah satu tanaman yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Buah, biji, dan daunnya sering digunakan dalam berbagai kuliner dan pengobatan tradisional.

Daun pepaya mengandung senyawa tanaman unik yang telah menunjukkan potensi farmakologis yang luas dalam penelitian tabung dan hewan. (Healthline, 18/7)

Meskipun penelitian pada manusia masih kurang, banyak produk dari daun pepaya, seperti teh, ekstrak, tablet, dan jus,

Berikut 5 manfaat dan kegunaan daun pepaya.

1. Dapat mengobati gejala yang berhubungan dengan demam berdarah

Salah satu manfaat obat yang paling menonjol dari daun pepaya adalah potensinya untuk mengobati gejala tertentu yang berhubungan dengan demam berdarah.

Demam berdarah adalah virus yang ditularkan nyamuk yang dapat ditularkan ke manusia dan menyebabkan gejala seperti flu, seperti demam, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, dan ruam kulit.

Kasus yang parah juga dapat mengakibatkan penurunan kadar trombosit dalam darah. Tingkat trombosit yang rendah dapat berkontribusi pada peningkatan risiko perdarahan dan berpotensi fatal jika tidak diobati.

Meskipun saat ini tidak ada obat untuk demam berdarah, beberapa perawatan tersedia untuk mengelola gejalanya, salah satunya adalah daun pepaya.

Tiga penelitian pada manusia yang melibatkan beberapa ratus orang dengan demam berdarah menemukan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan meningkatkan kadar trombosit darah.

Terlebih lagi, terapi daun pepaya memiliki efek samping yang sangat sedikit dan ternyata jauh lebih hemat biaya daripada perawatan konvensional.

2. Dapat meningkatkan gula darah seimbang

Daun pepaya sering digunakan dalam pengobatan tradisional Meksiko sebagai terapi alami untuk mengobati diabetes dan meningkatkan kontrol gula darah.

Studi pada tikus dengan diabetes telah menemukan ekstrak daun pepaya memiliki antioksidan kuat dan efek penurun gula darah. Ini dikaitkan dengan kemampuan daun pepaya untuk melindungi sel-sel penghasil insulin di pankreas dari kerusakan dan kematian dini.

Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa efek yang sama atau serupa dapat terjadi pada manusia.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah daun pepaya dapat digunakan untuk membantu mengelola kadar gula darah tinggi pada manusia.

3. Dapat mendukung fungsi pencernaan

Teh dan ekstrak daun pepaya sering digunakan sebagai terapi alternatif untuk meringankan gejala pencernaan yang tidak nyaman, seperti gas, kembung, dan mulas.

Daun pepaya mengandung serat — nutrisi yang mendukung fungsi pencernaan yang sehat — dan senyawa unik yang disebut papain.

Papain terkenal karena kemampuannya untuk memecah protein besar menjadi protein dan asam amino yang lebih kecil dan lebih mudah dicerna. Bahkan digunakan sebagai pelunak daging dalam praktik kuliner.

Satu studi menemukan bahwa penggunaan tambahan bubuk papain yang bersumber dari buah pepaya mengurangi gejala pencernaan negatif, termasuk sembelit dan mulas, pada orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Tidak ada penelitian ilmiah yang secara khusus mengevaluasi kemampuan daun pepaya untuk mengobati jenis gangguan pencernaan yang serupa.

Sebagian besar bukti yang mendukung penggunaannya untuk tujuan ini terbatas pada laporan anekdot, dan tidak ada jaminan itu akan meningkatkan fungsi pencernaan Anda dengan cara apa pun.

4. Mungkin memiliki efek anti-inflamasi

Berbagai persiapan daun pepaya sering digunakan untuk mengobati berbagai kondisi peradangan internal dan eksternal, termasuk ruam kulit, nyeri otot, dan nyeri sendi.

Daun pepaya mengandung berbagai nutrisi dan senyawa tanaman dengan potensi manfaat anti-inflamasi, seperti papain, flavonoid, dan vitamin E.

Satu studi menemukan bahwa ekstrak daun pepaya secara signifikan mengurangi peradangan dan pembengkakan pada kaki tikus yang menderita radang sendi.

Namun, tidak ada penelitian pada manusia yang mengkonfirmasi hasil ini.

Jadi, pada titik ini, bukti ilmiah tidak cukup untuk menentukan apakah daun pepaya dapat mengobati peradangan akut atau kronis pada manusia.

5. Dapat mendukung pertumbuhan rambut

Aplikasi topikal masker dan jus daun pepaya sering digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan rambut dan kesehatan kulit kepala, tetapi bukti yang mendukung kemanjurannya untuk tujuan ini sangat terbatas.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres oksidatif yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan kerontokan rambut. Makan makanan kaya antioksidan dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan selanjutnya meningkatkan pertumbuhan rambut.

Daun pepaya mengandung beberapa senyawa dengan sifat antioksidan, seperti flavonoid dan vitamin E.

Pendukung penggunaan daun pepaya untuk meningkatkan pertumbuhan rambut sering mengutip sumber antioksidan yang kaya. Namun, tidak ada bukti signifikan bahwa aplikasi topikal daun pepaya dapat bermanfaat bagi proses pertumbuhan rambut.

Jenis ketombe tertentu disebabkan oleh pertumbuhan berlebih dari jamur yang disebut Malassezia, yang dapat menghambat pertumbuhan rambut.

Daun pepaya telah menunjukkan sifat antijamur dalam penelitian tabung reaksi, sehingga sering dianggap mendukung kesehatan rambut dan kulit kepala dengan menghambat pertumbuhan jamur penyebab ketombe.

Namun, daun pepaya belum diuji secara khusus terhadap Malassezia, jadi tidak ada jaminan bahwa itu akan memiliki efek yang menguntungkan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *